A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Muslimah HTI Tolak Miss Word Digelar di Indonesia - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Surya

Muslimah HTI Tolak Miss Word Digelar di Indonesia

Minggu, 30 Juni 2013 15:33 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Sekitar 300 mubaliqhot muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (30/6/2013) berkumpul di aula B, Asrama Haji Sukolilo.

Mereka mewakili seluruh muslimah HTI se-Jatim yang memberikan pernyataan dan menandatangi sikap penolakan sekaligus penggagalan kegiatan penyelenggaraan pemilihan Miss World yang  akan digelar di Indonesia September 2013 mendatang.

Pernyataan  sikap itu dilakukan dengan melakukan rapat, kemudian memberikan pernyataan pers

“Keputusan Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah kontes kecantikan MissWorld Bukan Hanya Penghinaan Terhadap Islam, Tetapi Juga Penghinaan Terhadap Perempuan”.

Koordinator (Lajnah) Khossoh Lil Mubaliqhot  HTI DPD Jatim, Ustadzah AzifahAl Hikmah, disela acara menjelaskan, kegiatan itu mereka lanjutkan dengan penandatanganan pernyataan hitam diatas putih.

“Kami kami tidak hanya menolak dan menggagalkan secara lisan, tapi juga secara tertulis sebagai bukti apa yang kami lakukan adalah benar-benar pernyataan sikap tegas,” kata Ustadzah Azifah.

HTI menyatakan bila keputusan pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah kontes Miss World, merupakan sebagai penghinaan dan melanggar nilai-nilai Islam yang luhur  akan kesopanan dan kemurnian. Tetapi juga merendahkan harkat perempuan.

“Menurunkan derajat mereka menjadi sekedar obyek pelampiasan hasrat laki-laki,” lanjutnya.

Dalam pernyataan sikap yang dilanjutkan dengan penandatanganan, yang hasilnya akan diberikan ke DPR RI, menyatakan bila HTI menolak penyelenggaraan Miss World 2013 yang merupakan simbol kapitalisme tubuh perempuan dan perendahan martabat perempuan.

Juga mendesak pemerintah agar mencabut izin penyelenggaraannya di Indonesia dan mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan eksploitasi perempuan dalam bentuk apapun.

“Kami juga mengajak para perempuan Indonesia kembali kepada kemuliaannya sebagai perempuan ta’at Syari’ah yang menjalankan perannya sebagaimana yang diatur oleh Syari’ah Islam. Karena syariah Islam akan membawa kebaikan pada kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya para perempuan,” jelas Ustadzah Azifah.

HTI juga mengajak berjuang keras untuk menggantikan sistim pemerintahan demokrasi yang meliberalkan perempuan dan berusaha keras mewujudkan pelaksanaan syari’ah Islam kaffah dengan menegakkan khilafah . Karena khilafah sistim satu-satunya yang menjaga kehormatan perempuan dan memenuhi hak-haknya.

Ustadzah Azifah menambahkan, bila kriteria penilaian berkonsep Beauty with Purpose dan 3 B(Beauty,Brain, an Behavior), hanyalah kedok dan stempel bagi legalisasi eksploitasi tubuh perempuan.

“Dan Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar, tidak sepatutnya menjadi tuan rumah seperti ini. Agar tidak ditiru oleh negara-negara muslim lain,” tandas Azifah.
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas