Senin, 6 Juli 2015

Jalur Mandiri Berbiaya Mahal, Unair Rp 250 Juta, ITS Rp 45 Juta

Jumat, 28 Juni 2013 20:39

Di Unair, istilah SP3 diubah  dengan nama Uang Kuliah Awal (UKA) bagi pendaftar dalam negeri. Pendaftar berwarga negara asing istilahnya tetap SP3.
Sedangkan di ITS bernama Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).

UKA Unair cukup tinggi dibandingkan rata-rata di ITS. UKA terbesar tetap di pegang jurusan Pendidikan Dokter yakni Rp 70 juta. Disusul Pendidikan Dokter Gigi Rp 60 juta dan Kedokteran Hewan Rp 50 juta.

UKA (SP3) ini semakin berlipat untuk pendaftar luar negeri. Untuk Pendidikan Dokter, warga asing dikenakan SP3 Rp 250 juta. Dan Pendidikan Dokter Gigi SP3 sebesar Rp 175 juta.

Sementara di ITS nilai SPI berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 45 juta. SPI Rp 45 juta berlaku untuk delapan jurusan yakni Teknik Elektro, Teknik Industri, Manajemen Bisnis, Teknik Multimedia dan Jaringan, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Teknik Informasi dan Sistem Informasi.

 Uang Kuliah (UK) yang dibayar per semester di Unair besarannya bervariasi di tiap-tiap program studi. Biaya terbesar tetap Pendidikan Dokter sebesar Rp 15 juta per semester, kemudian Pendidikan Dokter Gigi Rp 12,5 juta dan Kedokteran Hewan Rp 7,5 juta per semester.

Di ITS besaran uang kuliah jalur kemitraan dan mandiri menganut nilai UKT tertinggi yakni Rp 7,5 juta per semester untuk semua program studi, kecuali prodi teknik sistem perkapalan double degree sebesar Rp 19,7 juta per semester.

Wakil Rektor II Unair, M Nasih mengatakan besarnya UK/S dan UKA ini yang harus dibayarkan calon mahasiswa, tidak bisa kurang maupun lebih. Tidak ada tawar menawar UK/S maupun UKA, apalagi tawar menawar ini berkaitan dengan kelulusan. ”Kelulusan tetap didasarkan pada hasil ujian saja. Tidak ada kaitannya dengan kesanggupan membayar,” tegas Nasih saat dihubungi surya.co.id, Jumat (28/6/2013).

Halaman12
Penulis: Musahadah
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas