• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Surya

Empat Warga Desa Sumurber Gresik Dilepaskan

Selasa, 25 Juni 2013 23:02 WIB
Empat Warga Desa Sumurber Gresik Dilepaskan
surya/sugiyono
Sejumlah polisi berpakaian preman, Selasa sore (25/06/2013), berjaga-jaga di depan Rutan Banjarsari Cerme, Gresik.
SURYA Online, GRESIK - Empat warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Gresik, yang ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, langsung ditangguhkan penahannya, Selasa malam (25/06/2013).

Pasalnya, warga mengancam terus menduduki Jl Daendels, depan Mapolsek Panceng, yang juga jalur utama Pantai Utara (Pantura), jika empat warga itu tidak dibebaskan.

Setelah dibebaskan dari Rutan Banjarsari, Cerme, kaena penahanannya ditangguhkan Kejari Gresik, Empat warga Desa Sumurber pulang ke Desa Sumurber dengan naik taksi dikawal mobil patwal Polres Gresik.

Empat warga Desa Sumurber, yaitu Syuhud (39), Abdul Karim (28), Nazidin (28), dan Idham Cholid (30), rupanya sudah ditunggu seorang simpatisan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di mana tempat Idham Cholid pernah mengabdi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Bambang Utoyo mengatakan, penangguhan penahanan empat tersangka kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan orang lain sudah dikeluarkan.

"Ya, alasannya keamanan dan ketertiban umum (Kamtibum) dan kondusifnya daerah," kata Bambang saat dihubungi Surya Online, Selasa malam (25/06/2013).

Ribuan warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Gresik, memblokir jalur pantura, Jl Daendels, depan Kantor Polsek Panceng, Selasa malam (25/06/2013).

Mereka menuntut empat warga yang ditahan Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik, karena kasus perbuatan tidak menyenangkan segera dibebaskan.

Keempat warga tersebut diduga melakukan pencemaran nama baik yang menuduh mantan Kepala Desa Sumurber A Syafi'i Las berbuat asusila.
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas