A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kejati Terima Bukti Bongkar Reklame - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Surya

Kejati Terima Bukti Bongkar Reklame

Minggu, 23 Juni 2013 15:42 WIB
SURYA Online, MOJOKERTO - Penanganan dugaan korupsi dana jaminan bongkar (jambong) reklame dan titipan pajak reklame di Dispenda Surabaya mulai ada progres.

Ini setelah tim penyidik pidana khusus Kejati Jatim menerima bukti pembongkaran reklame dari beberapa pengusaha yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jatim.

Kasi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim, Rohmadi mengungkapkan, pihaknya memang menerima bukti pembongkaran reklame yang dana jambongnya tak dikembalikan.

"Kalau tak salah pada Selasa (18/6/2013) lalu, ada empat orang yang datang.
Dari mereka, kami menerima bukti baru berupa dokumen dari PT Warna-Warni,” jelasnya kepada wartawan, Minggu (23/6/2013).

Dijelaskan, dari dokumen itu, diketahui ada dua titik reklame yang dibongkar sendiri oleh perusahaan reklame itu, salah satunya reklame bilboard Panasonic yang ada di Jl HR Muhammad Surabaya.

“Setelah dibongkar sendiri, jambongnya tidak dikembalikan, nilainya sekitar Rp 35 juta,” terangnya.

Mengenai penyerahan dokumen, Rohmadi melihat bahwa baru satu  pengusaha yang menyerahkannya ke kejati. Padahal, pengusaha yang terhimpun dalam P3I kurang lebih berjumlah 60 hingga 70 orang. Mereka menjanjikan akan menyerahkan dokumen terkait reklame yang dibongkar sendiri dan dana jambongnya tidak kembali.

"Maka dari itu, sembari menunggu yang lain menyerahkan bukti-bukti, tim kami memang sedang ke lapangan dan mengecek titik reklame yang dana jambongnya tak kembali," urainya.

Sedangkan Makruf Syah, pengacara P3I Jatim, sebelumnya membenarkan bahwa ada anggota P3I yakni PT Warna-warni yang menyerahkan dokumen reklame. Namun, dia belum bisa menjelaskan detil isi dokumen yang diberikan kepada tim penyidik kejati.

“Iya benar, hanya saya tak tahu persis isinya apa saja,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus ini muncul ketika dana itu dipungut Dispenda dari para pengusaha reklame untuk jambong dan titipan pembayaran pajak reklame. Diduga, ada sekitar Rp 150 miliar dari pengusaha yang tersimpan di Dispenda tanpa diketahui kejelasannya.

Agar penarikan dana jambong terus berlanjut, Pemkot melalui Dispenda menekankan, jika jambong tak dibayar maka biro reklame akan dikenakan denda dan tak diizinkan mendirikan reklame. Sedangkan dana titipan pajak dipungut Dispenda dengan alasan untuk jaminan perusahaan jika terlambat membayar pajak.

Kalau itu terjadi, maka dana titipan itu yang dibayarkan agar tepat waktu dan lepas dari denda keterlambatan. Adapun uang jambong dan titipan pajak reklame itu disetorkan melalui Bank Jatim ke rekening bendahara Dispenda.
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas