Taruna AL AS Dituduh Memperkosa
Penskorsan Roberts menyambung serentetan tuduhan penyerangan seksual ketentaraan
Dinas Penyelidikan Kejahatan Angkatan Laut telah selesai melakukan pemeriksaan dan perwira tinggi yang bertanggung jawab sudah memutuskan mengirim perkara itu ke sidang pendahuluan, yang dikenal di Mahkamah Tentara sebagai sidang Pasal 32, kata juru bicara AL Kolonel John Schofield dalam pernyataan, Senin (17/6/2013).
Perkara itu adalah yang terkini di Akademi Militer elit tersebut, yang menyoroti masalah lebih luas di angkatan bersenjata dalam kekerasan seksual, karena selama ini korban dianggap terlalu takut untuk memperkarakan.
Ketua Gabungan Kepala Staf Amerika Serikat Jenderal John Dempsey menyebut, lonjakan serangan seksual sebagai krisis yang harus dilawan, sementara anggota parlemen menimbang undang-undang untuk menolong korban dan mengenakan hukuman berat kepada pelaku perkosaan dan kejahatan terkait.
Sebelumnya, Mei 2013, Brigadir Jenderal Bryan Roberts yang bertugas di Pusat Pelatihan Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Jackson, Carolina Selatan, diskors dari jabatannya dengan tuduhan zina dan berkelahi, kata juru bicara Komando Ajaran dan Pelatihan Angkatan Darat..
Penskorsan Roberts menyambung serentetan tuduhan penyerangan seksual ketentaraan, yang meningkatkan tekanan pada Pentagon untuk menangani masalah itu.
Anggota parlemen Amerika Serikat yang marah akibat peningkatan kekerasan seksual, mendorong undang-undang untuk mengatasi masalah tersebut.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Ray Odierno menyatakan, angkatan bersenjata gagal mengatasi kekerasan seksual secara efektif dan gelombang kejadian baru-baru ini mengikis kepercayaan di seluruh jajaran.
Tanggapan Odierno itu muncul sesudah seorang prajurit di gerakan pencegahan pemerkosaan dituduh memaksa bawahannya melacur.
Pekan sebelumnya, seorang perwira Angkatan Udara penanggung jawab Dinas Pencegahan Penyerangan Seksual ditangkap di dekat Pentagon atas tuduhan menyerang seorang wanita.