PILGUB JATIM

Hasyim Muzadi Pasrah Terkait Pencalonan Khofifah

Hasyim Muzadi Pasrah Terkait Pencalonan Khofifah

SURYA Online, SURABAYA – KH Hasyim Muzadi, tim senior bakal pasangan cagub-cawagub Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja terkesan pasrah, mengikapi tipisnya peluang pasangan tersebut lolos pencalonan maju Pilgub Jatim, menyusul adanya dualisme dua dari enam partai pengusung, yakni Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

Menurut KH Hasyim, sebagai orang yang ditunjuk tim senior pasangan Khofifah-Herman, dirinya akan berusaha agar pasangan ini dapat lolos maju Pilgub Jatim. Meski selama ini, konsentrasi utamanya adalah mengurusi masalah yang lebih besar dan keummatan. Khusus permasalahan dukungan ganda partai nonparlemen, pihaknya, kata mantan Ketua Umum PBNU tersebut, menyerahkan masalah lobi-lobi kepada tim hukum Khofifah.

"Makanya saya tidak bisa membayangkan, apa langkahnya, karena hal itu (lolos tidaknya) belum terjadi. Kalau sudah terjadi, baru dipikirkan langkahnya," tegasnya, kepada wartawan, Selasa (18/6/2013) di sela-sela nonton film 'Sang Kiai' bersama Khofifah di Cito, Surabaya.

Karena masih terus berusaha, dirinya belum bisa menyatakan optimis atau pesimis. “Kalau optimis atau pesimis dulu, bagaimana bisa berusaha maksimal,” imbuhnya.

Meski demikian, karena kewenangan penetapan pasangan Cagub-cawagub menjadi kewenangan penuh KPU Jatim, maka pengasuh Ponpes Al Hikam Malang ini minta KPU bekerja dengan proporsional sesuai bidangnya. “Jangan sampai KPU melakukan (kerjanya) dengan beban ganda," sindir KH Hasyim.

Disinggung soal kelengkapan administratif dukungan parpol untuk Khofifah-Herman? KH Hasyim minta menanyakan masalah tersebut kepada Khofifah dan Herman secara langsung.

"Soal teknis dan administratif pilgub serta mengomentari KPU Jatim, jangan tanya saya. Tanyakan saja ke Bu Khofifah dan Pak Herman," tandasnya.

Di tempat yang sama, Khofifah menyatakan, menyikapi kemungkinan tidak lolos maju Pilgub Jatim, dirinya sudah bertemu dengan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

“Beliau berdua merekomendasikan agar melapor ke MK, tentang keganjilan-keganjilan dan kita sudah menyurati MK,” tegasnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU ini menambahkan, dirinya sudah berusaha melengkapi berkas persyaratan pencalonan sebagaimana yang diinginkan KPU. Jika persyaratan tersebut dinilai tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU, Khofifah menuding adanya unsur keganjilan dan kesengajaan dari pihak tertentu.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help