Selasa, 9 Juni 2026

Hari Pertama SBMPTN Tanpa Joki

"Karena tidak mungkin pinjam alat ini di mal-mal, maka kami inisiatif membuat sendiri. Toh mahasiswa kami mampu i

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, MALANG – Kekhawatiran akan adanya joki pada tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Panitia Lokal (Panlok) Malang ternyata tidak terjadi. Hal ini, karena Panlok Malang menyiapkan alat detektor logam untuk mencegah modus joki menggunakan telepon modifikasi yang canggih.

Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Suparno, menjamin tidak akan ada kesempatan bagi joki bisa beraksi di Panlok Malang. Pada hari pertama tes SBMPTN, oa melakukan sidak ke tiga lokasi ujian di UM, Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, kesempatan para joki menggunakan telepon modifikasi, ataupun lainnya berhasil tereliminir dari penggunaan alat detektor logam itu. "Alat ini seperti detektor logam di mal-mal. Bagian tubuh peserta ujian didekatkan alat ini. Kalau ada logam, pasti berbunyi,” jelas Suparno kepada Surya Online, Selasa (18/6/2013).

Sebelum memasuki ruangan, para peserta berbaris dan satu-persatu diperiksa dengan alat detektor ini. Saat Surya online menyaksikan pemeriksaan itu, jika alat itu berbunyi berarti ada benda dari logam yang dibawa peserta. "Kalau peserta perempuan berjilbab berbunyi saat diperiksa, kami sisihkan di ruangan tertutup untuk diperiksa oleh pengawas perempuan," ujar seorang pengawas di Aula FK UB.

Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito, menambahkan alat detektor ini pun buatan mahasiswa UB. Yang disebarkan di beberapa tempat lokasi ujian. "Karena tidak mungkin pinjam alat ini di mal-mal, maka kami inisiatif membuat sendiri. Toh mahasiswa kami pun mampu membuatnya," imbuh Yogi.

Rektor UIN Maliki, Prof Dr Mudjia Raharjo, menuturkan para pengawas tes SBMPTN telah dilatih untuk mencurigai gerakan-gerakan peserta tes SBMPTN yang tidak wajar, seperti menempelkan tangan ke telinga, dan lainnya. "Kami belajar dari kasus yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan melatih para pengawas pada tes SBMPTN di Panlok Malang," bebernya.

Ketua Panlok Malang, Prof Dr Handyat Sutopo, mengatakan sampai penyelenggaraan tes SBMPTN hari pertama di Panlok Malang tidak ada laporan mengenai adanya joki di semua lokasi ujian. "Peserta tes di UM 13.243 orang, tapi 743 orang tidak hadir tanpa alasan," ujarnya.

Kepala Humas UB, Dra Susantinah Rahayu, menambahkan peserta di UB 12.761 peserta. "Tapi 723 orang tidak hadir," ucap Susantinah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved