Cekcok Keluarga, Suami Pilih Bakar Diri
Hingga saat ini, Juri bersama istri dan keponakannya masih dirawat di RSUD Kota Mojokerto.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Heru Pramono
Hingga Selasa (18/6/2013) siang tadi, bapak dua anak ini harus mendapat perawatan intensif di Ruang ICU RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Menurut keterangan dokter yang merawatnya, dr Diki Nugroho, kondisi korban cukup kritis. "Luka bakarnya sekitar 70 persen," terangnya di RSUD Kota Mojokerto ini.
Pihak rumah sakit menerangkan bahwa pihak keluarga memberi keterangan kepada pihak medis kalau Juri menjadi korban kecelakaan kerja. "Saat mengelem sepatu di rumahnya, ada bensin yang tumpah mengenai tubuh dan tersulut. Sebab, korban menyalakan rokok," kata Wakil Direktur RSUD Muhammad Imron,
Namun melihat kondisi korban, kecil kemungkinan korban kecelakaan kerja. Apalagi, Juri dikenal juragan sepatu dengan memiliki delapan anak buah. Setelah dicek di rumah, Juri memang mengembangkan home industry sepatu dan sandal untuk dijual di pasar. Home industri skala kecil ini sudah bertahun-tahun dijalaninya.
Menurut informasi yang diterima Surya Online, terbakarnya Juri sempat membuat geger di kampung Blooto. Khoiruman yang juga salah satu perangkat desa di kampung itu menuturkan bahwa terbakarnya Juri diawali dengan cekcok lebih dulu.
"Desas-desusnya memang suami istri ini kerap cekcok. Terakhir, sang istri mau minggat. Karena tak tahan dan sering jadi kalah-kalahan, akhirnya suami bakar diri," kata Khoiruman yang juga tetangga korban.
Insiden rumah tangga ini sendiri sebenarnya terjadi pada Senin petang kemarin. Selain membakar tubuh Juri, istrinya juga mengalami luka bakar di bagian kaki. Selain suami istri ini, Ari keponakan Juri juga mengalami luka bakar saat menolong. Namun keduanya tak separah Juri.
Hingga saat ini, Juri bersama istri dan keponakannya masih dirawat di RSUD Kota Mojokerto. Juri yang luka parah mengalami luka bakar serius di bagian muka, dada, punggung, tangan, dan kaki. Menurut informasinya, pria yang dikenal ulet ini menyiramkan begitu saja bensin yang tergeletak untuk disulut.
Selain menggegerkan warga kampung, insiden rumah tangga itu terus menjadi pembicaraan warga kampung. Mereka menyayangkan aksi bakar diri Juri. Rumah di gang kecil Kampung Blooto sampai sore ini dibiarkan tertutup. Namun 8 pekerja yang merupakan saudara dan keponakan Juri bekerja mengelem sandal dan sepatu anak. Sementara, handuk yang dijadikan untuk memadamkan api yang membakar Juri dibiarkan tergeletak di emperan rumah.