A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

SBMPTN Panlok Jember Diikuti 8 Ribu Orang - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Surya

SBMPTN Panlok Jember Diikuti 8 Ribu Orang

Senin, 17 Juni 2013 19:11 WIB
SURYA Online, JEMBER - Sebanyak 8.866 orang terdaftar sebagai peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di panitia lokal (Panlok) Jember. Ujian tulis SBMPTN digelar serentak Selasa
(18/6/2013) - Rabu (19/6/2013).

Di Panlok Jember, 8.866 peserta itu terbagi di tiga kelompok ujian yakni Sains Teknologi sebanyak 3.606 orang, Sosial HUmaniora sebanyak 3.378 orang dan Campuran sebanyak 1.882 orang.

Menurut Kepala Humas dan Protokol Unej, Rokhani, peserta SBMPTN tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu SBMPTN ini disebut dengan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Sedangkan SNMPTN tahun ini menggantikan ujian masuk jalur undangan.

Tahun lalu peserta SBMPTN di Panlok Jember mencapai 9.470 orang. "Sekarang 8.866 turun 604 orang. Ini tidak aneh, karena kuota terbanyak yakni 50 persen sudah diambil SNMPTN. SBMPTN tahun ini kuotanya 30 persen," ujar Rokhani kepada Surya, Senin (17/6/2013).

Khusus di Universitas Jember (Unej), kursi untuk peserta SBMPTN itu hanya 1.487 kursi.

Sementara itu dari pantauan Surya, para peserta ujian tulis SBMPTN yang domisilinya jauh dari Jember sudah mulai berdatangan. Bayu Eka Prasetya, misalnya. Pemuda asal Kalimantan Selatan itu sudah beberapa hari ini berada di Jember untuk mengikuti tes tulis SBMPTN di Panlok Jember.

Sayangnya, kelengkapan administrasinya masih kurang yakni surat tanda kelulusan (STL) belum dilegalisasi. "Padahal syaratnya harus dilegalisir. Sampai saya kesini belum bisa legalisir karena kepala sekolahnya keluar kota terus," ujar alumnus SMA Negeri Kintap, Kalimantan Selatan. Akhirnya ia berkonsultasi kepada panitia tentang
kekuranglengkapan administrasinya itu.
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
624152 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas