SBMPTN 2013
Korban Kecelakaan Nekat Ikut Ujian
SBMPTN 2013, Korban Kecelakaan Nekat Ikut Ujian
Penulis: Musahadah | Editor: Parmin
Peserta perempuan asal Surabaya ini menginformasikan kecelakaan yang dialami ke panitia lokal minggu lalu. Setelah melihat kondisi luka yang dialami, panitia akhirnya membolehkan dia mengikuti ujian.
“Dia mengalami patah tulang kakinya. Sementara tangan dan bagian tubuh lainnya sehat, jadi masih bisa mengikuti ujian,”terang Bambang Soemardiono, Koordinator Pelaksana Ujian, Senin (17/6/2013).
Korban kecelakaan ini akan menjalani ujian di STIKOM. Dia akan disediakan ruang khusus di lantai bawah dengan dipantau dokternya agar jika terjadi keadaan darurat sewaktu-waktu isa diatasi.
”STIKOM ini memang lokasi ujiannya sesuai kartu peserta. Hanya memang kami sediakan ruang khusus agar tidak mengganggu peserta lainnya,”katanya.
Bagaimana dengan peserta yang sakit? Bambang memastikan tidak ada toleransi untuk mereka. Ini berbeda dengan ujian nasional (unas) yang memungkinkan peserta sakit mengikuti ujian di rumah sakit.
”Sesuai ketentuan kalau tidak hadir ya, tidak bisa mengikuti ujian. Kan masih ada kesempatan tahun depan untuk mengikuti,”tegasnya.
Sementara untuk peserta berkebutuhan khusus (inklusi) akan ada perlakuan beda. Bagi peserta tuna rungu/wicara akan diberikan pengawas khusus yang bisa memberikan bahasa isyarat. ”Bahasa isyarat ini diperlukan untuk menjelaskan petunjuk-petunjuk soal,”katanya.
Sedangkan bagi siswa tunanetra akan disediakan ruangan khusus di lantai satu. Siswa tunanetra tidak mendapat soal huruf braille. Sebagai gantinya soal akan dibacakan pengawas ruang. Panitia juga tidak memberikan tambahan waktu bagi mereka. ”Semua diperlakukan sama,”tegas Bambang.
Adam Pratama Putra, peserta tunanetra asal Surabaya mengaku iap mengikuti ujian. “Saya ujian di Univeritas Negeri Surabaya kampus Lidah Wetan. Doakan semoga saya bisa lulus ya,”pinta lulusan SMAN 10 Surabaya.