Forgem Tolak Kenaikan BBM dengan Bakar Keranda
Forgem Tolak Kenaikan BBM dengan Bakar Keranda
Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
Aliansi unjuk rasa yang terdiri dari organisasi masyarakat (Ormas), Mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan buruh kerja, dilakukan mulai Terminal Bunder sampai Gedung DPRD Gresik dengan jalan kaki dan mengendarai motor menguasai jalan poros kota.
"Kami ingin Ketua DPRD Gresik yang menandatangani penolakan kenaikan rencana kenaikan BBM. Tidak ingin diwakilkan oleh anggotanya," tegas Asroul Faizin, koordinator aksi.
Massa aksi akhirnya hanya ditemui Ketua Komisi D DPRD Gresik, Chumaidi Ma'un dari FPKB dan Siti Muafiah dari FPDIP. Setelah ditemui anggota DPRD Gresik dengan dijanjikan akan disampaikan aspirasinya ke Ketua DPRD Gresik, massa menutup unjuk rasa dengan membakar keranda dan miniatur mayat.
"Pembakaran keranda dan miniatur mayat ini sebagai bentuk protes matinya hati nurasi pejabat Pemerintah dan DPR yang menerima harga BBM di naikkan," tegasnya.