Berita Tulungagung

Korban Banjir di 2 Dusun Belum Perlu Mendapat Bantuan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Agus Purwanto

Korban Banjir di 2 Dusun Belum Perlu Mendapat Bantuan
surya/yul
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Agus Purwanto

TULUNGAGUNG, SURYA Online - Bencana alam berupa banjir bandang di Dusun Pojok, Desa Karangtalun dan Dusun Bangunsari, Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, dinilai belum perlu mendapat bantuan dari Pemkab Tulungagung. hanya bisa menunggu surutnya banjir.

Pertimbangannya, meski banjir sempat menggenangi puluhan hektare sawah dan merusak tanggul serta akses jalan dusun, namun tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kami sudah cek ke sana dan ternyata tadi sudah surut. Kalau tergenang sampai berhari-hari hingga mereka terganggu, misalnya tidak bisa masak, baru kami turun tangan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Agus Purwanto, di kantornya, Senin (10/6/2013).

Ditanya soal bangunan irigasi yang rusak, Agus menyarankan agar menanyakannya ke Dinas Pertanian.

Ia justru khawatir dianggap merendahkan jika pihaknya membantu masyarakat kedua dusun itu. "Karena memang dampaknya belum sampai mengganggu aktivitas masyarakat," ujarnya.

Ia menduga, banjir di kedua dusun tersebut bukan hanya akibat tingginya curah hujan selama Sabtu malam hingga Minggu kemarin.

"Mungkin juga perlu pengerukan karena sungai di sana ada sedimentasi," katanya.

Agus Purwanto menyebutkan, pihaknya bisa melakukan langkah antisipatif tetapi sejauh menyangkut penanggulangannya.

"Antisipasi bukan ke pembangunan fisiknya tapi soal penanggulangannya. Pembangunan fisik itu baru dilakukan kalau terjadi bencana," ujarnya.

Agus menambahkan, selama musim penghujan yang panjang ini, ada lagi daerah lain yang perlu diwaspadai, terutama desa-desa di wilayah Kecamatan Sendang dan Pagerwojo. Kedua kecamatan itu terletak di kawasan perbukitan yang termasuk gugusan pegunungan selatan Jawa.

"Struktur tanahnya gembur sehingga rawan longsor. Selain itu, bukit-bukitnya juga gundul," ujarnya.

Ia meminta masyarakat di kedua kecamatan itu tetap waspada selama musim penghujan yang belum menunjukkan gejala akan berakhir ini.

Bagaimana dengan potensi bahaya longsor di kawasan pertambangan marmer?

"Ya bahaya tapi kami terutama mengamankan jiwa manusianya. Longsor pun kalau tidak mengenai manusianya, no problem," tukasnya.

Seperti diketahui, pertambangan marmer di Tulungagung berlangsung seabad terakhir dan membuat bukit-bukit kapur dibelah hingga meninggalkan kerusakan alam. Namun, Agus berpendapat, pertambangan marmer umumnya jauh dari pemukiman penduduk.

Soal kebijakan reklamasi kawasan bekas pertambangan, Agus menyatakan hal itu kewenangan lembaga lain di luar BPBD.

Penulis: Yuli
Editor: Heru Pramono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved