Semanggi Suroboyo

Inilah makanan khas Surabaya yang masih mudah ditemukan lewat penjual semanggi gendong.

Semanggi Suroboyo
Ramadhana Kurnia Putra

Oleh: Ramadhana Kurnia Putra  
Siswa SMA Negeri 11 Surabaya 
ramadhana21@yahoo.com 




Siapa tak kenal semanggi? Seperti lirik lagu Semanggi Suroboyo, makanan khas surabaya ini selalu disajikan dalam pincuk daun pisang, sayur semanggi diimbuh tauge rebus baru disiram bumbu spesial dan kerupuk puli di atasnya, dijamin membuat lidah bergoyang. 

Desa Kendung, Kecamatan Benowo, Surabaya, dikenal sebagai kampung semanggi. Lahan-lahan dipenuhi tanaman semanggi yang memang dibudidayakan di sana. Selain, sebagian besar warganya berprofesi sebagai penjual semanggi dengan cara digendong. Mereka keliling dan keluar masuk kampung di Surabaya menjajakan semanggi. Secara berkelompok, saat matahari belum tinggi mereka keluar dari Kendung dan menyebar ke berbagai pelosok di Surabaya.

Dengan semanggi dalam gendongan, sedari pagi hingga petang hari, berjalan kaki mereka keluar masuk menjajakan semanggi. Bila mendengar teriakan mereka menjajakan dagangannya, cobalah memanggil dan membelinya barang sepincuk atau dua pincuk. Biasanya tak mahal, sekitar Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per pincuk.

Namun bila tak menjumpai penjual semanggi keliling, cobalah datang di Taman Bungkul atau di sekitar masjid Al Falah Surabaya, biasanya ada penjual semanggi yang selalu mangkal di sana. 



Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved