A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

573 Pokmas Penerima Dana Hibah Diajari Membuat Laporan - Surya
Jumat, 28 November 2014
Surya

573 Pokmas Penerima Dana Hibah Diajari Membuat Laporan

Kamis, 6 Juni 2013 19:30 WIB

SURYA Online, SURABAYA - Pemkot sosialisasi terkait dana hibah kepada 573 kelompok masyarakat (Pokmas) penerima program tersebut.
Hal itu untuk mempermudah masyarakat penerima hibah dalam menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah.

Asisten III Sekkota (membidangi administrasi umum) Sirabaya, M Taswin mengatakan, hibah yang diberikan Pemkot Surabaya merupakan program untuk menunjang percepatan pembangunan sesuai dengan prioritas kebijakan Pemkot. Dana hibah itu juga menjadi stimulan untuk dapat merangsang tumbuhnya swadaya masyarakat dan stakeholder agar bisa lebih berperan dalam pembangunan di Kota Surabaya.

Dalam APBD murni tahun 2013, menurut Taswin, terdapat 1.501 usulan belanja hibah daerah kepada kelompok masyarakat yang telah tercantum dalam APBD untuk direalisasikan anggaran hibah sekitar Rp 47,157 miliar.

"Hingga 27 Mei 2013, sudah dicairkan dana hibah untuk 573 usulan Pokmas dengan  dana terealisasi sebesar Rp 17,920 Miliar," ucap Taswin, Kamis (6/6/2013).

Namun, yang memprihatinkan, kata Taswin, pada tahun 2012 lalu masih ada beberapa penerima hibah yang belum bisa menyelesaikan pertanggungjawaban.

"Makanya, sosialisasi laporan dana Hibah Pokmas ini dimaksudkan agar penerima hibah memahami tata cara penyusunan dan pelaporan penggunaan hibah," ucap Taswin.

Taswin berharap agar belanja hibah daerah tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Penerima hibah diimbau untuk memerhatikan terkait pertanggungjawaban penggunaan harus sesuai dengan peruntukan.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 penerima hibah bertanggung jawab secara formal dan material atas penggunaan dana hibah yang diterimanya.

Pertanggungjawaban tersebut di antaranya meliputi laporan penggunaan dana hibah oleh penerima, surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa hibah yang diterima telah digunakan sesuai dengan usulan disertai bukti-bukti pegeluaran yang lengkap dan sah sesuai peraturan perundang-undangan.

"Jangan beranggapan kalau dana diterima lalu digunakan sesuai proposal berarti sudah selesai. Bukan begitu, tetapi ada pertanggungjawaban dan kewajiban yang harus laksanakan. Kalau ikut bimbingan, Insya Allah tidak ada lagi kesalahan kecuali yang disengaja," tandas Taswin.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Pemkot Surabaya, Suhartoyo menambahkan, dalam sosialisasi laporan hibah ada empat materi yang disampaikan kepada Pokmas penerima hibah. Yakni aspek perpajakan, aspek hukum pertanggungjawaban hibah, sistematika penyusunan dan laporan penggunaan hibah, serta penatausahaan belanja hibah dan bantuan sosial.

"Kalau masih ada yang belum bisa menyelesaikan pertanggungjawaban, itu tentu sangat mengkhawatirkan," kata Suhartoyo.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 yang mengatur pelaksanaan hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD.

Dalam peraturan menteri tersebut di antaranya mengatur, daerah diperbolehkan memberikan hibah dan bantuan sosial kepada anggota atau kelompok masyarakat sesuai kemampuan keuangan daerah, setelah memprioritaskan pemenuhan belanja urusan wajib dengan memperhatikan asas keadilan, kepatutan rasionalitas dan manfaat untuk masyarakat.

Adapun kriteria dalam memberikan hibah harus selektif, memenuhi persyaratan penerima bantuan, bersifat sementara dan tidak terus menerus, kecuali dalam keadaan tertentu dapat berkelanjutan dan sesuai tujuan penggunaan. Untuk kreteria persyaratan penerima hibah adalah memiliki identitas yang jelas serta berdomisili dalam wilayah administratif pemerintah daerah tersebut.

Salah satu Ketua Kelompok Masyarakat Paguyuban Reog Kecamatan Gunung Anyar, Suryanto, mengatakan, sosialisasi laporan dana hibah sangat penting bagi Pokmas penerima hibah agar lebih memahami tentang pertanggungjawaban hibah.

Dijelaskan Suryanto, paguyubuan seni reog “Singo Welang” beranggotakan sekitar 20 orang. Paguyuban ini sudah terdaftar dan memiliki nomor induk di Dinas Pariwisata Kota Surabaya dan juga sudah masuk dalam perkumpulan reog Purboyo yang merupakan wadah bagi persatuan warga reog se-Surabaya.

Pokmas Paguyuban Reog, ungkap Suryanto, mengajukan proposal dana hibah sekitar Rp 24 juta. Pihaknya merasa tidak khawatir meski penggunaan hibah tersebut dipantau.

"Selama kita menggunakan dana hibah dengan benar sesuai dengan yang kita ajukan untuk apa merasa takut diawasi," tutur Suryanto yang enggan merinci untuk apa saja dana hibah tersebut dalam Pokmas Paguyuban Reog.
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas