Senin, 22 Desember 2014
Surya

Pelantikan Kades, Balai Desa Trisono Masih Disegel Warga Lumpuh

Selasa, 4 Juni 2013 20:42 WIB

SURYA Online, PONOROGO - Suasana Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo hingga Selasa (4/6/2013) siang menyisahkan masalah. Pasalnya, sejak Senin (3/6) sore, Balai Desa Trisono disegel warga yang kecewa atas ulah panitia Pilkades yang dituduh menggelembungkan suara.

Mereka sengaja meyegel kantor balai desa karena sudah beberapa kali aksi demo turun jalan dengan massa ratusan mulai dari kantor desa, kantor Kecamatan Babadan, hingga ke gedung Dewan dan Pemkab Ponorogo belum menemukan solusi terbaik.

Salah seorang tim sukses calon kepala desa (Cakades) kalah, Gatot Subroto menduga penggelmbungan suara hingga 10 suara itu sengaja dilakukan panitia Pilkades. Pihaknya dan warga akan menyegel Balai Desa sampai masalah selesai.

"Sampai kapan pun. Apalgi besok akan ada pelantikan kepala desa terpilih, kalau Bupati memaksa akan melantik Kades pemenang, maka warga mengancam akan menduduki Balai Desa hingga masalah selesai. Kalau tidak digubris warga berjanji Desa Trisono tidak akan aman selamanya," terangnya kepada Surya online, Selasa (4/6/2013).

Begitu juga salah satu perangkat Desa Trisono, Hawiono, saat dikonfirmasi terkait penyegelan Balai Desa oleh ratusan warga sejak kemarin itu mengaku apa yang dilakukan warga itu merupakan ketidakpuasan warga akan hasil pilkades di desanya. Hal itu dipicu adanya dugaan penggelembungan suara. Pihak nya bersama warga sudah mendatangi DPRD dan Pemkab Ponorogo agar masalah Pilkades diselesaikan dulu. Namun hingga kini, belum ada tindaklanjutnya.

"Yang penting telah memberitahukan ke dewan dan bupati, jika dilantik pihaknya dan warga akan tetap membiarkan kantor desa disegel. Sampai sekarang kantor desa kami masih disegel ratusan pendukung calon kades yang gagal," katanya.

Selain itu, Hawiono mengungkapkan hingga kini aktifitas pemerintahan Desa Trisono lumpuh total. Pasalnya, adanya masalah yang berlarut-larut dan tidak segera ditindak lanjuti.

"Sekarang masih disegel, aktifitas pemerintahan lumpuh total. Tidak ada satu pun perangkat desa yang mau datang ke Balai Desa. Perangkat tidak akan mau beraktivitas. Makanya kasus Pilkades harus diselesaikan," pungkas Modin ini.
Penulis: Sudarmawan
Editor: Parmin

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas