• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Surya

Sekda Tidak Ditahan Ada Pasword Rp 600 juta

Senin, 3 Juni 2013 17:55 WIB
Sekda Tidak Ditahan Ada Pasword Rp 600 juta
surya/doni prasetyo
Gabungan LSM dan tokoh masyarakat Kabupaten Magetan kembali datangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat menuntut Sekda ditahan atau Kepala Kejari Magetan mundur.
SURYA Online, MAGETAN-Bertepatan saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Abdul Aziz tersangkakasus dugaan korupsi proyek Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo, Magetan diperiksa di Kejaksaan Negeri setempat, puluhan LSM gabungan dan sejumlah tokoh masyarakat setempat datangi Kejari setempat untuk melakukan istighosah dan mendesak Kepala Kejari (Kajari) Magetan menahan Sekda atau Kajari mundur.

"Tidak ditahannya Sekda Abdul Aziz tersangka korupsi KIR Bendo, ternyata di masyarakat kini sudah beredar. Itu karena ada password atau personal indentifikasi number (PIN) senilai Rp 600 juta," kata Arif Junaedi pimpinan Boby Center saat berorasi didepan Kantor Kejari Magetan, Senin (3/6/2013).

Ia katakan, selesaikan dan tahan pejabat atau pimpinan DPRD Magetan yang terlibat korupsi. Rakyat Magetan berada di belakang Kejari Magetan. Tapi bila Kejari tidakl berani menahan atau menyelesaikan kasus KIR Bendo dan biaya Kunjungan Kerja (Kunker) fiktif DPRD Magetan, isu adanya deal-deal jual beli pasal-pasal hukum itu benar.

"Kalau kedua kasus ini tidak selesai dan TSK sebenarnya bebas. Isu dan gunjingan yang beredar di masyarakat benar. Maka kita akan datangi Kejati dan Kejakgung untuk minta Kajari di ganti,"jelas Arif Junaedi.  

Mungkin, lanjut Arif Junaedi, baru di Kabupaten Magetan, jaksa menetapkan TSK kepada seorang pejabat dengan ancaman di atas lima tahun, namun tidak ditahan.

"Ini sangat berbeda sekali perlakuannya dengan empat pejabat Pemkab yang dikambing hitamkan itu. Ke-empatnya langsung ditahan begitu ditetapkan tersangka,"kata Arif yang populer dipanggil Boby ini.

Padahal, kata Boby, penetapan TSK Sekda Abdul Aziz sebagai sudah hampir satu bulan. Tapi pemeriksaan kepada TSK Sekda Abdul Aziz belum bisa diselesaikan.

"Saya juga mengimbau kepada pimpinan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, karena sekda resmi menyandang status TSK korupsi, maka secepatnya jabatan Sekda yang melekat di pejabat itu harus dicopot dan diganti," kata Boby sembari menunjukan yang dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Kejaksaan Agung (Kejakgung) dan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas).

Demo yang diikuti sekitar 40 orang itu hampir seluruhnya mengendarai kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat itu menuntut penuntasan kasus KIR Bendo dan Kunjungan Kerja (Kunker) fiktif DPRD Magetan yang menelan dana rakyat sebesar Rp 11 miliar itu sedianya mulai dilaksanakan pukul 10.00 WIB, molor hingga sekitar pukul 11.30.

Aksi demo gabungan masyarakat Magetan dan aktivis itu, selain berorasi didepan Kantor Kejari, sebelumnya dilakukan di gedung DPRD setempat menuntut penyelesaian kasus KIR dan Kunjungan Kerja (Kunker) fiktif yang nilai keduanya mencapai lebih Rp 13 miliar.

Dikantor Kejari Magetan itu, seperti di gedung DPRD setempat sebelumnya, puluhan aktivis LSM gabungan dan tokoh masyarakat tidak satupun pejabat di Kejari maupun di DPRD mau menemui mereka.

Padahal saat aksi unjukrasa digelar di Kejari Magetan, Kajari setempat Herdwi Witanto ada ditempat. Bahkan saat pendemo berorasi dan istighosah, Herdwi Witanto sempat mengintip dari jendela kantornya.

Namun sayang, hingga pendemo bubar, Kajari Magetan tidak menampakan batang hidungnya. Bahkan saat wartawan menunggu untuk konfirmasi tudingan tidak ditahannya Sekda Abdul Aziz oleh Kajari karena ada uang Rp 600 juta.  "Kalau Pak Kajari merasa tidak menerima tudingan masyarakat itu, silakan memberikan jawaban dan jelaskan kenapa TSK Sekda Abdul Aziz tidak ditahan. Apa karena duitnya banyak,"kata Boby seusai demo itu kepada Surya.



   

 
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
605042 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas