Jumat, 27 Maret 2015

Sekda Tidak Ditahan Ada Pasword Rp 600 juta

Senin, 3 Juni 2013 17:55 WIB

Sekda Tidak Ditahan Ada Pasword Rp 600 juta
surya/doni prasetyo
Gabungan LSM dan tokoh masyarakat Kabupaten Magetan kembali datangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat menuntut Sekda ditahan atau Kepala Kejari Magetan mundur.

"Tidak ditahannya Sekda Abdul Aziz tersangka korupsi KIR Bendo, ternyata di masyarakat kini sudah beredar. Itu karena ada password atau personal indentifikasi number (PIN) senilai Rp 600 juta," kata Arif Junaedi pimpinan Boby Center saat berorasi didepan Kantor Kejari Magetan, Senin (3/6/2013).

Ia katakan, selesaikan dan tahan pejabat atau pimpinan DPRD Magetan yang terlibat korupsi. Rakyat Magetan berada di belakang Kejari Magetan. Tapi bila Kejari tidakl berani menahan atau menyelesaikan kasus KIR Bendo dan biaya Kunjungan Kerja (Kunker) fiktif DPRD Magetan, isu adanya deal-deal jual beli pasal-pasal hukum itu benar.

"Kalau kedua kasus ini tidak selesai dan TSK sebenarnya bebas. Isu dan gunjingan yang beredar di masyarakat benar. Maka kita akan datangi Kejati dan Kejakgung untuk minta Kajari di ganti,"jelas Arif Junaedi.  

Mungkin, lanjut Arif Junaedi, baru di Kabupaten Magetan, jaksa menetapkan TSK kepada seorang pejabat dengan ancaman di atas lima tahun, namun tidak ditahan.

"Ini sangat berbeda sekali perlakuannya dengan empat pejabat Pemkab yang dikambing hitamkan itu. Ke-empatnya langsung ditahan begitu ditetapkan tersangka,"kata Arif yang populer dipanggil Boby ini.

Padahal, kata Boby, penetapan TSK Sekda Abdul Aziz sebagai sudah hampir satu bulan. Tapi pemeriksaan kepada TSK Sekda Abdul Aziz belum bisa diselesaikan.

"Saya juga mengimbau kepada pimpinan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, karena sekda resmi menyandang status TSK korupsi, maka secepatnya jabatan Sekda yang melekat di pejabat itu harus dicopot dan diganti," kata Boby sembari menunjukan yang dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Kejaksaan Agung (Kejakgung) dan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas).

Halaman12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas