SBMPTN 2013

Fisika ITS Sepi Peminat

SBMPTN 2013 Fisika ITS Sepi Peminat

Terdiri dari 8.922 pendaftar program sains dan teknologi (saintek), 7.503 pendaftar program sosial humaniora (soshum) dan 3.789 pendaftar program campuran. Jumlah pendaftar ini diperkirakan tidak sesuai target panitia.

Sebelumnya panitia lokal (panlok) Surabaya menarget mampu menjaring sekitar 40.000 pendaftar.

Koordinator Humas SBMPTN Panlok Surabaya Ismaini Zain mengatakan, turunnya peminat ini dimungkinkan karena kuota untuk SBMPTN yang tahun 2012 lalu masih bernama SNMPTN ini turun.

Jika sebelumnya kuota tes tulis ini 50 persen, kali ini hanya 30 persen untuk ITS dan Unesa. Sedangkan Unair hanya menerima 15 persen dari total mahasiswa baru yang diterima.

”Target 40.000 pendaftar itu kan mengacu tahun sebelumnya. Kalau sekarang tidak sampai ya lumrah karena memang kuotanya sedikit, dan siswanya sudah banyak yang masuk di SNMPTN,”kata Dosen Statistika ITS saat ditemui surya.co.id di Sekretariat SBMPTN Gedung Robotika ITS, Senin (3/6/2013).

Dari 20.214 pendaftar itu kebanyakan berjejalan di jurusan-juruan favorit. Seperti ITS, jurusan yang paling banyak diminati tetap Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri dan Teknik Kimia.

Ismaini memperkirakan tingginya peminat jurusan-jurusan ini selain kualitasnya bagus, prospek kerja menjanjikan, juga keberhasilan promosi.
Dia mencontohkan Jurusan Teknik Mesin ITS yang berhasil memuat mobil Sapu Angin yang menjadi langganan juara Asia.

”Dari prestasi-prestasi inilah akjhirnya melekat di mata masyarakat sehingga ketika maih sekolah pun mereka sudah mengidam-idamkan jurusan ini,”katanya.

Sedang jurusan yang kurang peminat dimungkinkan karena jurusan ini belum banyak dikenal. Hingga H-5 sebelum pendaftaran ditutup, jurusan di ITS yang kurang peminatnya adalah jurusan Fisika, Biologi, Transportasi Laut, Program Double Degree, Geomatika, Geofisika, Sistem Perkapalan, Teknik Perkapalan, Kimia, dan Teknik Kelautan.

Khusus untuk program double degree, minimnya peminat dimungkinkan karena biaya kuliah di program ini cukup mahal yakni Rp 19,7 juta per semester.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Musahadah
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help