Surya/

PILGUB JATIM

KPU Jatim Anggap Penyelesaian Dukungan Ganda Ada di Internal Partai

KPU Jatim Anggap Penyelesaian Dukungan Ganda Ada di Internal Partai

SURYA Online, SURABAYA - KPU Jatim menilai penyelesaian dukungan ganda dua partai nonparlemen pada salah satu pasangan calon Pilgub Jatim tergantung internal partai. Jika sampai batas verifikasi tahap pertama pada 9 Juni 2013 belum ada penyelesaian, tentu itu akan berpengaruh pada nasib calon gubernur (calon), dalam hal ini Khofifah Indar Parawansa.

Hal itu dikatakan Komisioner KPU Jatim, Najib Hamid, kepada Surya Online, Minggu (2/06/2013).

Hamid menyatakan pihaknya sebenarnya ingin masalah dukungan ganda ini tuntas. Untuk itu, KPU berupaya memediasi dan bertemu dengan pimpinan dua partai itu, yakni Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).

"Jangan dibalik lho. Kami memang sudah berusaha menyelesaikan dukungan ganda ini. Tapi seharusnya internal dua partai itu yang punya peran untuk menuntaskan masalah ini," jelasnya, Minggu (2/6/2013).

Menurutnya, pada Rabu (29/5/2013) pihaknya telah meminta petunjuk Kemenkum HAM di Jakarta. Kemudian ke Kantor DPP Partai Kedaulatan (PK) di Pulomas dan ke Kantor DPP Partai Persatuan Nahlatul Umah Indonesia (PPNUI) di Rawamangun, Jakarta.

Di Kantor DPP PPNUI, pihak KPU Jatim hanya bertemu Sekjen PPNUI, Andi William Irfan. Sedangkan Ketua Umum-nya, KH. Yusuf Chumaidi, tidak di tempat.

Sedangkan di kantor  PK, sekjennya yakni Restrinrich Bashirun mengakui adanya friksi di internal partainya.

Setelah itu, KPU Jatim memediasi lewat rencana pertemuan antarketua umum dan sekjen dari dua partai nonparlemen tersebut di KPU Jatim, Jumat (31/5/2013) namun upaya itu gagal digelar, karena salah satu partai membatalkan pertemuan. "Mereka minta ditunda tapi tak menentukan kapan waktunya," ujar Hamid.

Meskipun KPU berupaya keras tapi kalau internal dua parpol tak ada niat untuk menyelesaikan konflik, tentu masalah ini tak selesai. "Kuncinya ada pada internal dua partai itu, kami hanya berupaya saja," tambahnya.

Jika masalah dukungan ganda itu tak clear sampai 9 Juni, Kata Hamid, kemungkinan suara dukungan dari partai itu pada Khofifah juga tak sah. Dengan begitu, peluang Khofifah maju sebagai cagub juga hilang karena dukungan partai kurang dari 15 persen.

"Bisa jadi akan seperti itu. Tapi kami tetap akan membantu penyelesaian masalah ini," pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help