Surya/

PILGUB JATIM

Belum Menyerah, Eggy Akan Serahkan 2 Juta KTP Dukungan

Belum Menyerah, Eggy Akan Serahkan 2 Juta KTP Dukungan

SURYA Online, SURABAYA - Pasangan cagub dan cawagub independen Eggi Sudjana dan Muhammad Sihat ternyata belum menyerah. Ini dibuktikan pasangan Eggy Sudjana-Muhammad Sihat dengan siap membayar dan menyerahkan denda 2 juta KTP dukungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur.

Jumlah dukungan itu dua kali lipat dari bukti dukungan yang dinyatakan tidak sah dalam verivikasi dukungan bakal calon independen Gubernur Jawa Timur. Di mana KPU Jatim menyatakan hanya 240 ribuan dukungan KTP yang dinyatakan sah dari 1,2 juta KTP yang diserahkan pasangan Cagub dan Cawagub Independen.

Cagub Independen, Eggi Sudjana mengatakan, saat ini pihaknya telah mengumpulkan bukti dukungan KTP sebanyak hampir dua juta seperti disyaratkan KPU Jawa Timur.

"Kami optimis, sampai tenggat waktu 23 Juni nanti sudah bisa membayar denda yang ditetapkan KPU. Dukungan yang dianggap tidak sah ada 960 ribu KTP berarti harus dikali dua. Dua juta KTP dukungan siap diserahkan ke KPU Jatim, "kata Eggi Sudjana, Senin (27/5/2015).

Akan tetapi, dikatakan Eggi, ini adalah kali terakhir dirinya mengikuti keputusan KPU soal pemenuhan dukungan. Kalau sampai pembayaran denda itu masih juga dipersoalkan maka ia akan mengambil langkah hukum terhadap KPU Jawa Timur.

"Saya merasa dizolimi dan sudah berkali-kali protes ke KPU. Tapi biarlah kali ini kami turuti apa yang diminta KPU. Namun kalau nanti sudah mengumpulkan dua juta KTP dan kembali dipermasalahkan, maka jangan salahkan jika pendukung saya akan marah," ucap Eggi.

Kalau itu terjadi, tambah Eggi, dirinya juga akan menuntut KPU Jawa Timur. Bahkan, seribu advokat dari anggota Kongres Advokat Indonesia siap dikerahkan mengadvokasinya.

"Kami ini Wakil Presiden Kongres Advokat Indonesia. Tidak salah jika kita kerahkan rekan-rekan advokat untuk mengadvokasi apabila kembali dizolimi KPU," ujar Eggy.

Lebih lanjut dijelaskan Eggy,  tanggal 16 April 2013 KPU Jawa Timur sebelumnya sudah memberikan surat yang menyatakan dirinya lolos jumlah dukungan di 37 kabupaten. Tetapi kemudian muncul keputusan KPU kalau jumlah dukungannya hanya ada di 32 kabupaten.

"Setelah verifikasi pertama, KPU memberikan kami surat yang menyatakan jumlah dukungan kami ada di 37 kabupaten/kota. Tapi sekarang kok dibilang dukungan kami hanya ada di 32 kabupaten/kota. Ini bagaimana ceritanya bisa hilang 5 kabupaten? Kalau satu kabupaten saja ada seratus ribu dukungan maka di lima kabupaten ada lima ratus ribu dukungan yang dinyatakan hilang. Ini aneh, saya merasa didzolimi," ucap Eggi.

Pencalonan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat sebagai calon gubernur Jawa Timur terancam gagal. Ini setelah KPU menemukan banyak KTP dukungan yang tidak sah.

Dari 1,2 juta KTP yang dibawa, KPU mencatat hanya 240 ribuan KTP yang sah. Penyebabnya antara lain, KTP dukungan dan wilayah pendistribusian berkas tidak cocok identitasnya.

Hal itu antara lain terjadi di Tulunggagung, Nganjuk, dan Kediri. Penyebab yang lain adalah tertulis nama Edi Prasetyo sebagai calon wakil gubernur dalam berkas pendaftaran. Padahal nama calon wakil gubernur bukan lagi Edi Prasetyo melainkan Muhammad Sihat.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help