Selasa, 30 Juni 2015

Anggaran 6 Lantai Disulap Jadi 4 Lantai Dilaporkan Polisi

Minggu, 26 Mei 2013 18:12

Anggaran 6 Lantai Disulap Jadi 4 Lantai Dilaporkan Polisi
surya/sudarmawan
Proyek sulapan pembangunan gedung Rawat Inap (Irna) RSUD dr Harjono, Kabupaten POnorogo yang rencananya dibangun 6 lantai realisasinya hanya dibangun 4 lantai belum selesai, Minggu (26/5/2013).

Ini menyusul pelaksanaan pembangunan proyek rumah sakit yang terletak di JL Raya Ponorogo - Pacitan, Desa Pakunden, Kecamatan Ponorogo itu memiliki sejumlah kejanggalan. Terutama pembangunan gedung Rawat Inap (Irna).

Bangunan gedung yang seharusnya dibangun 6 lantai ternyata dalam pelaksanaannya hanya dibangun 4 lantai. Apalagi, gedung lantai 4 belum selesai (belum tuntas) dikerjakan dan belum bisa difungsikan sama sekali. Padahal dalam pengajuan anggaran dari APBN itu memakan anggaran senilai Rp 40 miliar.

Para aktivis LSM yang juga tergabung dalam konsorsium itu menilai kejanggalan bangunan yang direncanakan 6 lantai, namun realisasinya hanya 4 lantai itu sebaga kejanggalan yang diduga melanggar hukum.

Ketua LSM Amarta, Heru Budiono mengatakan sudah melaporkan kejanggalan proyek RSUD itu ke Polres Ponorogo 6 mei 2013 lalu. Menurutnya, sebelum melaporkan kasus pembangunan rumah sakit itu pihaknya sudah melaksanakan telaah jika proyek yang didanai anggaran APBN melalui bantuan Dirjen Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan Tahun 2009 melalu Dipa senilai Rp 40 Miliar.

Selanjutnya, anggaran itu disalurkan dan dilaksanakan pada Tahun 2010 dengan sasaran RSUD Dr Harjono sesuai proposal ke Dirjen untuk pembanguan gedung rawat inap 6 lantai.

Namun dalam perjalanannnya, pembangunan gedung keluarga miskin (Gakin) lantai cair sekitar Rp 39 miliar.
"Indikasinya pembangunan gedung yang dianggarkan 6 lantai dan hanya dibangun 4 lantai tersebut sudah jelas menunjukan perencanaan dan pelaksanaan tidak sesuai dengan bantuan Dirjen Pelayanan Medik.

Apalagi, lantai 4 belum selesai pekerjaannya. Kami menduga penyimpangan itu harud dipertanggungjawabkan Kuasa Pengguna Anggaran (Satuan Kerja), PPK, Panitia Lelang, Tim Pengawas dan Rekanan Pemenang Tender," terangnya kepada Surya, Minggu (26/5/2013).

Halaman123
Penulis: Sudarmawan
Editor: Satwika Rumeksa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas