Polisi Amankan Bambu Berlumuran Darah
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat yang sempat ditemui Surya juga menolak berbicara terkait kasus ini
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Satwika Rumeksa
Saat ini suasana di lokasi proyek pembangunan masih sepi. Sedikit pekerja yang hilir mudik di lokasi proyek. Di pintu masuk, hanya ada enam petugas keamanan dan sebuam mobil fortuner polisi.Pemeriksaan berlapis dan ketat masih berlangsung hingga kini, walaupun suasana proyek tak lagi mencekam seperti siang tadi.
"Kami mendapat perintah untuk menolak kunjungan dari orang, selain pegawai di sini," kata Nurcahyo, satpam perusahaan pada Surya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun SURYA, saat ini tengah berlangsung proses mediasi yang alot antar pekerja dan pemilik perusahaan. Mediasi yang dipimpin oleh polisi ini untuk meredam emosi pekerja yang masih meledak-ledak.
Tak hanya itu saja, seorang sumber di kepolisian mengatakan kalau polisi menyita tiga benda yang digunakan untuk menganiaya. Barang tersebut adalah sebuah bambu yang berlumuran darah dan dua batang besi yang panjangnya sekitar 4 meter.
"Ada satu korban penganiayaan, saat ini masih dalam perawatan," kata polisi yang namanya enggan diitulis.
Sampai saat ini, belum ada satupun pegawai atau polisi yang mau angkat bicara terkait peristiwa ini. Mereka semua memilih tutup mulut dan berlalu dari hadangan wartawan.
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat yang sempat ditemui Surya juga menolak berbicara terkait kasus ini. Walaupun demikian, dia membenarkan telah terjadi pemukulan di dalam lokasi proyek. "Jangan sekarang, saya belum ada datanya. Langsung ke Pak Wakapolres saja," kata Wahyu sambil masuk ke dalam lokasi proyek.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan polisi masuk ke dalam areal proyek pembangunan PLTU Tuban di Kecamatan Jenu. Kedatangan polisi ini untuk meredam tawuran antar pekerja yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB.