M Anton, Calon Wali Kota Malang
Janji Tak Kaku Protokoler
Istri saya kemana-mana tidak pernah dikawal. Besok jika sudah menjabat juga akan begitu
Penulis: David Yohanes | Editor: Wahjoe Harjanto
"Barokallah.Semoga barokah ya Allah!" ucap beberapa tamu.
Sekumpulan jamaah pengajian meminta waktu khusus kepada Anton untuk memimpin doa dan diamini oleh jamaah. Anton juga sibuk untuk menyalami mereka satu per satu, baik yang baru datang maupun yang pamit pulang.
"Ini hasil blusukan saya. Saya menang karena didukung rakyat," katanya sambil tersenyum ditemui, Jumat (24/5/2013).
Anton berujar, tidak akan berhenti blusukan untuk menjaring aspirasi dan mendekatkan diri dengan rakyat. Anton juga berjanji tidak kaku dengan protokoler agar rakyat tidak kesulitan menjangkau pemimpinnya.
"Rakyat tidak suka dengan protokoler yang kaku. Nanti jika saya menjabat, protokoler harus diatur ulang," ucapnya.
"Intinya bagaimana rakyat dengan mudah menyampaikan aspirasi kepada pemimpinnya," kata Ketua Umum Perhimpinan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya ini.
Kelonggaran protokoler juga berlaku untuk istrinya, Hj Dewi Farida yang selama masa kampanye menolak pengawalan polisi yang menjadi bagian fasilitas yang diberikan KPU Kota Malang.
"Istri saya kemana-mana tidak pernah dikawal. Besok jika sudah menjabat juga akan begitu," ucapnya.