Belajar pada Peni
Lahan hijau berguna sebagai resapan air agar Malang terbebas banjir, sekaligus tempat rekreasi murah warga Malang.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Wahjoe Harjanto
“Saya akan belajar banyak dari kepemimpinan beliau (Peni) karena biar bagaimanapun memimpin Malang selama dua periode itu merupakan prestasi. Saya juga akan banyak belajar dari ulama dan tokoh masyarakat lainnya untuk membangun Malang tercinta ini,” kata Anton, Jumat (24/5/2013).
Menurut Anton, infrastruktur jalan masih belum memadai untuk menampung jumlah kendaraan Malang yang tiap tahunnya meningkat.
“Pastinya akan ada penambahan infrastruktur jalan untuk mengatasi kemacetan ini,” sambungnya.
Juga model perparkiran di Malang masih semerawut dan memberikan kontribusi pada kemacetan Kota Malang.
“Akan kami atur agar parkiran lebih tertata lagi, namun tanpa menghilangkan mata pencaharian warga Malang di sektor parkir ini. Nanti kami bahas bagaimana enaknya,” urainya.
Anton mengakui pertumbuhan ekonomi Malang maju tetapi hal yang cukup mendasar, lahan hijau, tidak berkembang.
Lahan hijau berguna sebagai resapan air agar Malang terbebas banjir, sekaligus tempat rekreasi murah warga Malang.
“Bangunan-bangunan tumbuh luar biasa tapi mengurangi lahan hijau. Apapun caranya nanti, kami akan bangun lahan hijau kembali. Lahan hijau ini berupa taman kota di semua kecamatan. Untuk detilnya bagaimana pembangunan itu, nanti akan kami pikirkan, tapi intinya, lahan hijau itu kebutuhan krusial,” pungkasnya.