Warga Panik Elpiji, Disperindag Santai
Menurutnya, kelangkaan elpiji kemasan 3 kg sangat mengganggu rutinitas rumah tangga.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Satwika Rumeksa
"Hanya keterlambatan pengiriman. Sekarang sudah normal dan lancar," ungkap Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Bangkalan, Ilyas, Senin (20/5/2013).
Apa yang disampaikan Ilyas merupakan hasil pantauan pihaknya di lapangan. "Sehari memang sempat terjadi kelangkaan karena terkendala transportasi pengiriman," jelasnya.
Sementara kenyataan di lapangan, M Soleh (37), warga Kecamatan Burneh harus keliling kota karena di kampungnya, keberadaan elpiji 3 kg sulit ditemukan.
"Sejak pagi saya sudah keliling. Tapi hingga sore ini belum juga menemukan (elpiji 3 kg)," tuturnya kepada Surya Online.
Menurutnya, kelangkaan elpiji kemasan 3 kg sangat mengganggu rutinitas rumah tangga. "Resah karena di rumah ada bayi. Untuk memasak juga bingung," tandasnya.
Kepala Disperindag Nawawi mengatakan, kelangkaan elpiji kemasan 3 kg juga disebabkan banyaknya masyarakat pengguna elpiji kemasan 12 kg beralih ke elpiji kemasan 3 kg. "Memang lebih ekonomis," singkatnya.
Pantuan Surya di lapangan, harga elpiji kemasan 3 kg sudah menembus Rp 18 ribu kg. "Kami harap tidak ada penimbunan oleh pihak distributor," pungkasnya.