Pemkab Jember Wadahi Pekerja Seni
Menurut Nanda, keberadaan sebuah gedung pertunjukan seni bisa menambah nilai plus bagi kota Jember,
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Satwika Rumeksa
Tetapi lebih dari itu, mereka berharap, Pemkab tidak menjauhi mereka. "Seperti contoh saat kami tampil di alun-alun dan hanya sekedar menjual stiker dan CD rekaman kami, satpol PP sudah menyuruh kami pergi dan melarang tampil di alun-alun," ujar Ananda Putra, dari Finger, sebuah komunitas musik indie di Jember, Senin (20/5/2013).
Menurut Nanda, keberadaan sebuah gedung pertunjukan seni bisa menambah nilai plus bagi kota Jember, mengingat Jember sebagai kota besar ketiga di Jawa Timur. Ia menambahkan, sebuah kota besar seperti contoh Surabaya dan Malang menyediakan tempat representatif bagi seniman
mereka untuk berekspresi.
"Di Jember ini tidak ada. Kalaupun ada, paling yang punya kampus seperti Unej itupun berupa gedung serba guna yang hanya bisa dipakai oleh komunitas dalam Unej sendiri. Kalau di kafe-kafe masih belum representatif," tegasnya.
Untuk menyuarakan keinginan mereka, sejumlah pekerja seni, aktivis dan mahasiswa menggelar aksi simpatik. Aksi itu sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei.
Bahkan untuk membuktikan kreatifitas mereka, para pekerja seni akan menggelar acara yang mereka sebut JIWA atau Jember Indonesia Wajah Anak Muda. Acara itu akan digelar di GOR PKPSO Kaliwates Jember pada 26 Mei mendatang.
Sejumlah grup band indie akan tampil. Sejumlah film indie juga akan ditayangkan dalam acara itu. "Musikalisasi puisi juga akan kami tampilkan," imbuh Nanda.
Bagi yang ingin melihat pertunjukan itu, para pengunjung cukup membawa pakaian atau buku layak pakai. Pakaian dan buku itu menjadi tiket masuk bagi pengunjung. Pakaian dan buku itu nantinya akan disumbangkan kepada masyarakat melalui sejumlah lembaga dalam kegiatan itu.
Demo simpatik itu sekaligus juga untuk ngamen guna menggalang dana untuk acara di GOR tersebut. Ngamen di hari pertama dilakukan di gedung DPRD Jember. Dalam ngamen di hari pertama, mereka mendapatkan dana Rp 500 ribu.
"Kami mengumpulkan dana untuk menyewa gedung yang akan kami pakai itu," ujar Nanda.
Sementara itu Kepala Bagian Humas Pemkab Jember Sandi Suwardi Hasan mengatakan, Pemkab siap mewadahi kreativitas mereka. "Tentunya kami siap fasilitasi sesuai kemampuan kami, asalkan kegiatan atau komunitas
itu sah," ujarnya.