A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pelantikan Kades dari Pilkades Bermasalah Sebaiknya Ditunda - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Surya

Pelantikan Kades dari Pilkades Bermasalah Sebaiknya Ditunda

Senin, 20 Mei 2013 18:09 WIB
SURYA Online, JEMBER - Komisi A DPRD Jember meminta agar Bupati Jember menunda pelantikan kepala desa terpilih yang Pilkadesnya masih dipersoalkan. Berdasarkan laporan yang masuk ke Komisi A, dalam Pilkades yang digelar bulan Mei ini ada dua desa yang Pilkadesnya dipersoalkan oleh para calon kades yang kalah.

"Ada dua desa yang sudah masuk ke kami secara resmi yakni Kertonegoro, Jenggawah dan Tutul, Balung," ujar Ketua Komisi A DPRD Jember M Jufriyadi, Senin (20/5/2013).

Tim kades yang kalah dari Desa Kertonegoro Kecamatan Jenggawah telah melapor ke Komisi A beberapa waktu lalu. Sementara kades yang kalah dalam Pilkades Tutul Kecamatan Balung wadul ke Komisi A, Senin (20/5/2013).

Jufri menyadari kalau dalam peraturan tidak ada aturan yang menyebut pelantikan kepala desa terpilih bisa ditunda.  Namun melihat sebuah ajang demokrasi tertua di Indonesia itu, tidak bisa hitam putih hanya
memakai hukum positif, imbuhnya.

Menurutnya, kebijakan lokal diperlukan akan tidak terjadi konflik di masyarakat. Ia mencontohkan konflik sosial di Desa Tutul yang muncul pasca-Pilkades, yakni penyegelan balai desa setempat. Pendukung kades yang kalah merasa ada kecurangan dalam Pilkades dan menuntut Pilkades
diulang. Untuk menegaskan tuntutan, mereka bahkan sampai menyegel kantor balai desa selama enam hari sejak setelah penghitungan suara.

"Sebaiknya panitia Pilkades, BPD dimediasi Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Jember bisa menjelaskan kepada para calon kalah ini terkait proses Pilkades," tegasnya. Komisi A meminta ada jalur mediasi, sebelum jalur hukum ditempuh oleh para calon yang kalah.

Seorang calon kades yang kalah dalam Pilkades Tutul, Ahmad Baidowi menegaskan terjadi kecurangan dalam Pilkades yang digelar Selasa (14/5/2013) itu. Menurutnya, usai pencoblosan jumlah surat suara dihitung mencapai 6.044 suara, padahal jumlah pemilih yang hadir 5.930
orang.

"Akhirnya sebanyak 114 surat suara dibakar berdasarkan kesepakatan," ujar Baidowi. Namun setelah ada surat suara dibakar dan kembali dihitung ternyata surat suara tinggal 5.864 suara. Artinya ada 66 surat suara yang hilang.

"Jelas-jelas kami dirugikan. Apalagi selisih perolehan suara saya dengan pemenang hanya 18 suara, jelas sangat aneh. Karenanya kami minta penjelasan dan tegas meminta Pilkades ulang," ujarnya.
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
587832 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas