Pakde Karwo Didemo Anak dr Soetomo
"Bila perlu, Bu Isahtiningsih siap melakukan tes DNA untuk membuktikan beliau benar-benar anak kandung dr Soetomo,"
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Adi Agus Santoso
Melihat ada demontrasi yang menyambutnya, begitu turun dari bus, Pakde Karwo yang didampingi Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, dan Panglima Armatim serta pejabat Jatim lainnya langsung menghampiri para pendemo. Ziarah dilakukan, usai pelaksanaan upacara peringatan upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-105 tingkat provinsi di Gedung Negara Grahadi.
Kepada para pendemo, orang nomor satu di Jatim tersebut menyatakan dukungannya atas aksi unjuk rasa yang dilakukan Garda Yudha Nusantara. Dia berpesan, agar mereka menyampaikan aspirasi secara yang benar. "Demokrasi harus berbanding lurus dengan kepatuhan hukum. Makanya semua harus tunduk pada proses hukum," jelasnya.
Untuk itu, Pakde Karwo menyarankan agar persoalan terkait munculnya pengakuan seseorang sebagai anak dari Pahlawan Nasional dr Soetomo dapat disalurkan dan diselesaikan melalui pengadilan atau mediasi ahli hukum. "Ini kan masalah perdata menyangkut hak-hak dasar," tegasnya.
Yuwastiningsih, anak kandung Isahtiningsih (76) yang mengaku sebagai satu-satunya anak kandung dr Soetomo menegaskan, pihaknya mendesak Gubernur Jatim, DPRD Jatim, Polda Jatim, Legiun Veteran RI dan pihak terkait lain meluruskan manipulasi sejarah yang selama ini dibelokkan tentang keturunan dr Soetomo.
Menurutnya, fakta yang ada jelas menunjukkan, bahwa Isahtiningsih merupakan satu-satunya anak kandung dr Soetomo, yang selama ini disingkirkan. "Bila perlu, Bu Isahtiningsih siap melakukan tes DNA untuk membuktikan beliau benar-benar anak kandung dr Soetomo," tegasnya.
Yuwastiningsih lantas bercerita, dari dokumen yang ada, dr Soetomo memang pernah menikah dengan perawat Belanda bernama Everdina. Namun, Everdina meninggal tanpa dikaruniai anak. Setelah itu, dr Soetomo menikah lagi dengan Musni asal Jombang, dan dikarunai anak bernama Isahtiningsih. "Nah, saat bayi Isahtiningsih berusia 13 bulan, dr Soetomo meninggal dunia," terangnya.
Tapi entah karena siapa dan mengapa, tiba-tiba nama Isahtingningsih hilang sebagai ahli waris dan keturunan yang sah dari ahli waris dr Soetomo. "Makanya kami siap meluruskan sejarah yang dibelokkan tersebut, kita punya dokumen dan saksi-saksinya," tandas Yuwastiningsih.