Rabu, 10 Juni 2026

Dirut BUMN Jadi Guru di SMAN 8 Malang

Dirut PLN Pernah Kuliah Nyambi Jadi Wartawan

Dirut PLN Pernah Kuliah Nyambi Jadi Wartawan

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin

SURYA Online, MALANG –Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN), Nur Pamudji, kembali terbawa kenangan masa lalu saat menjadi pengajar tamu di Aula Utama sekolah lamanya, SMA 8 Malang, Senin (20/5/2013).

Kegiatan Pamudji mengajar di sekolah yang punya julukan Smarihasta Malang ini adalah rangkaian kegiatan Board of Direction (BoD) Goes To School untuk memperingati Hari Kabangkitan Nasional.

Seluruh BoD Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan motivasi inspirasi di sekolahnya dulu.

Di hadapan sekitar 300 siswa Smarihasta, Pamudji memberikan wejangan agar adik-adiknya harus mempunyai cita-cita tinggi dan menjadi pemimpin yang melayani.

Saat masih pelajar Smarihasta, Pamudji sudah memiliki cita-cita ingin kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Orangtua Pamudji sempat ketar-ketir karena tidak punya biaya buat Pamudji kuliah di ITB. “Saya hanya minta restu orangtua. Begitu diterima, saya menemukan jalan untuk bisa terus kuliah,” katanya.

Pamudji mengaku bisa membiayai kuliah selama di Bandung karena menjadi seorang wartawan di Majalah Gadis dan Sinar Harapan.

“Saya masih ingat tulisan pertama saya sebagai wartawan saat bekerja di Majalah Gadis, yaitu Plastik Dari Mana Dikau,” ujarnya.

Pengalaman pribadi ini diceritakannya untuk memotivasi adik-adiknya agar jangan takut bercita-cita tinggi. Meskipun belum tahu caranya mewujudkan cita-cita itu, lanjut Pamudji, saat menjalani proses menuju cita-cita akan ketemu jalannya. “Selama kita berusaha dan tawakal,” ucapnya.

Saat seorang siswi SMA 8, Dini Aulia, bertanya bagaimana wujud ideal seorang pemimpin, ayah tiga putra ini menuturkan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu melayani orang yang dipimpin.

Sebagai Dirut PLN, contohnya, Pamudji ingin melayani bukan hanya para pegawainya tapi juga para konsumen pengguna listrik di Indonesia.

“Di Indonesia masih ada 25 persen penduduk yang belum bisa menikmati listrik. Saya ingin melayani mereka agar tersambung segera aliran listrik. Dan itupun sekaligus cita-cita saya selama menjabat Dirut PLN,” ungkap Pamudji yang langsung mendapat applause adik-adiknya.

Pamudji pun membuat sebuah metafora mendaki gunung agar adik-adiknya mampu meraih cita-cita. Pamudji yang saat menjadi siswa tergabung dalam Gerakan Pecinta Mayapada (Gemapa) ini mengatakan meraih cita-cita sama seperti mendaki gunung.

Hasrat ingin mencapai puncak, katanya, mengalahkan segala rintangan di medan yang dilalui. Begitu sampai di puncak, ungkapnya, rasanya sangat luar biasa.

“Poinnya ada di hasrat. Adik-adik harus menggapai cita-cita harus dengan hasrat menggebu,” urai Pamudji yang ternyata gemar menonton acara ekspedisi alam di Kompas TV ini.

Yang menarik, Pamudji mendapat kritik sekaligus masukan dari seorang siswa, Risang, yang mengatakan PLN harusnya bisa membuat pembangkit listrik dari arus laut karena Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang di dunia dan reaktor nuklir.

Mendapat masukan itu, Pamudji langsung memberikan dua jempol kepada Risang yang ternyata dari jurusan siswa IPA SMA 8 Malang.

“Masukan yang amat berarti bagi saya. Tentu pemikiran-pemikiran itu sudah ada juga di benak saya. Tapi itu mestinya jadi cita-cita kamu yang harus kamu wujudkan sendiri kelak,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved