Diktan Madiun Selidiki Serangan Hama
Dinas Pertanian Pemkab Madiun mulai menyelidiki penyakit tanaman yang menyerang padi milik petani di wilayah Geger, Kabupaten Madiun.
Penulis: Imam Hidayat | Editor: Heru Pramono
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Bambang Brasianto menyatakan, pihaknya mendengar jika tanaman padi milik petani di Geger itu diserang orong-orong.
"Kami akan lakukan peninjauan untuk bisa ada langkah yang tepat," kata Bambang, Senin (20/5/2013).
Menurutnya, pada setiap awal musim tanam, yang rawan menyerang tanaman padi adalah hama.
Ia katakan, pada musim tanam yang masuk Musim Kemarau I (MK I), memang ada puluhan hektare sawah yang terserang hama. Rata-rata tanaman ini masih berusia 20 hingga 30 hari.
Seperti hama bercak daun menyerang 25 hektare sawah di daerah Kecamatan Geger. Lalu hama Xantomonas alias potong leher menyerang 3,3 hektare di Geger, 6,8 hektare di Kecamatan Wungu dan sekitar 0,5 hektare di Kecamatan Dagangan.
"Total yang rusak sekitar 35 hektare. Kita sudah kirim obat ke daerah-daerah tersebut. Sedangkan untuk orong-orong ini mungkin bisa ditanggulangi dengan pestisida sistemik. Kita lihat dulu nanti di lapangan," ujarnya.
Pada MK I kali ini, luas sawah padi di Kabupaten Madiun mencapai sekitar 29.000 hektar, kedelai 23,1 hektar dan jagung 600 hektar.