Rabu, 10 Juni 2026

Pemkot Akan Ambil Alih BTC

Namun, pedagang yang sudah memiliki stan diminta untuk segera kembali supaya performancenya bagus

Tayang:
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Adi Agus Santoso
SURYA Online, BATU - Pemkot Batu akan mengambilalih kawasan wisata kuliner Batu Tourism Centre (BTC) di Jl Kartini, karena sejak berdiri Mei 2011 lalu, manajemen BTC tak kunjung bisa meramaikan kawasan tersebut bahkan itinggalkan pedagang.

Padahal, di dalam BTC terdapat kurang lebih 300 stan yang dulunya diperuntukkan PKL, serta sekitar 69 ruko. Pedagang hanya mampu bertahan lima bulan, lalu memilih kembali jualan di tepi jalan.

Wali Kota Eddy Rumpoko mengatakan, BTC diprogram untuk menyiapkan sarana fasilitas guna meningkatkan pertumbuhan di sektor wisata kuliner, dengan melibatkan pedagang yang selama ini jualan di tepi jalan. Ternyata ada pihak swasta yang ingin bekerjasama dengan pedagang. Lalu, metode ini diambil, begitu juga penyediaan fasilitas lahan. Pedagang tinggal membayar secara berkala, pemkot membantu fasilitas berupa modal.

Dalam perjalanannya, ada proses manajerial BTC kurang baik. Banyak pedagang mengadu ke pemkot, karena kondisinya masih sepi. "Melalui mekanisme, pemkot mentake over para pedagang. Namun, pedagang yang sudah memiliki stan diminta untuk segera kembali supaya performancenya bagus," papar Eddy, Minggu (19/5/2013).

Untuk mengambilalih itu, Eddy akan konsultasi dulu ke DPRD karena menyangkut anggaran. Kalau setuju, dibentuk tim untuk mencari data berapa nilai yang dilunasi pedagang.

"Kan secara otomatis, kalau sudah mengangsur, pedagang mempunyai hak atas stan. Besaran dana untuk mentake over itu, sekarang kami masih taraf komunikasi dengan DPRD," ujarnya.

Ketua Paguyuban Pedagang BTC, Syamsul Huda mengaku langkah pemkot mengambilalih sudah tepat. Syamsul yakin, pedagang nanti akan mau kembali, sepanjang aturan perwali juga diterapkan dengan sungguh-sungguh.  "Saya yakin etikatnya Wali kota mentake over adalah jalan keluar paling bagus, melindungi para pedagang," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved