Selasa, 9 Juni 2026

2 Wanita Cafe Diperiksa

Kasus ini membuat semua orang geger. Sebab, tak ada yang mengira kalau pelaku pencurian ini sopirnya sendiri

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, BLITAR - Untuk menguak aliran dana dari hasil kejahatan pelaku, tak hanya istrinya yang diperiksa, namun beberapa saksi juga dihadirkan. Antar lain, dua wanita cafe, yang berinisial  Nv (17) dan Sn (19). Mereka diperiksa di Polres Blitar Kota sesaat setelah pelaku tertangkap.

Kepada petugas, mereka mengaku kalau mengenal pelaku. Katanya, dia itu banyak uang setiap datang ke cafe di Jl Jawa, Kota Blitar. Bahkan, dalam semalam, pelaku bisa menghabiskan uang Rp 5 juta.

"Pengakuan kedua wanita, antar lain seperti itu. Mereka mengaku mengenalnya karena sering diminta menemaninya di cafe. Bahkan, pelaku tak segan-segan mengaku siapa identitas sebenarnya (informasinya, ia mengaku orangnya wabup)," ungkapnya.

Praktis terkuaknya kasus ini membuat semua orang geger. Sebab, tak ada yang mengira kalau pelaku pencurian ini sopirnya sendiri, yang selama ini sudah dianggap keluarganya sendiri. Bahkan, korban sendiri tak curiga karena sudah dianggap salah satu orang dekatnya yang bisa dipercaya. Karena itu, tak hanya jadi sopir pribadinya namun juga sering dipercaya disuruh mengambilkan uang di ATM.

Wabup Riyanto belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi telepon selulernya namun yang menerima ajudannya, yang mengaku bernama Hastomo. "Bapak lagi istirahat. Kalau soal itu memang benar. Dia itu sudah dipercaya namun tega berbuat demikian," paparnya.

Menurutnya, pelaku itu bukan PNS namun tenaga outsorsing. Dulu dia itu bagian taman. Namun karena terlihat kerjanya bagus dan terlihat diam, wabup merasa kasihan. Akhirnya, ia disuruh bersih-bersih rumahnya dan berikutnya, diangkat jadi sopir istrinya.

Ditambahkan Indarto, selama menguras ATM majikannya, pelaku masuk kerja seperti biasa, yakni sebagai sopir korban. Bahkan, ia tak menampakkan gelagat yang aneh sehingga korban tak curiga.

"Dia itu sudah jadi sopirnya korban sejak tiga tahun (atau sejak korban menjabat wabup). Dia dijadikan sopirnya karena korban merasa kasihan karena ingin menolongnya, apalagi ia tak mampu," ungkapnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved