Selasa, 9 Juni 2026

UM dan UIN Maliki Terlempar dari QS Stars

Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki Malang tidak tercantum dalam daftar peringkat

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Heru Pramono

SURYA Online, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki Malang tidak lagi tercantum dalam daftar peringkat  Quacquerelli Symonds (QS) Stars 2012/2013.

Sementara pada tahun lalu, UM dan UIN Maliki masih memiliki predikat bintang satu QS Stars. Pembantu Rektor (PR) I Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Hendyat Sutopo, kaget ketika UM tidak lagi termasuk dalam daftar rating QS Stars 2012/2013.

Hendyat sempat tidak percaya jika tahun ini nama UM tidak ada dalam daftar 300 universitas terbaik se-Asia dan 28 universitas terbaik se-Indonesia versi QS Stars.

“Tahun lalu kami masih punya bintang satu, masa tahun ini sudah tidak ada?,” kata Hendyat, Sabtu (18/5/2013).

Hendyat yang terheran-heran ini menuturkan ada dua kemungkinan tidak tercantumnya UM di daftar QS Stars.

Dijelaskannya, ada kemungkinan staf TI UM tidak memasukan data-data UM ke lembaga internasional yang melakukan pemeringkatan universitas-universitas di seluruh dunia ini.

“Atau bisa jadi memang ada penurunan penilaian UM menurut standar mereka. Tapi semoga saja yang pertama. Nanti saya cek,” sambungnya.

Namun, Hendyat membeberkan kalau kemungkinan kedua yang terjadi, UM akan melakukan perbaikan di segala aspek untuk dapat kembali masuk ke daftar perguruan terbaik Asia dan Indonesia.

“Kami perlu menggenjot lagi satuan penilaian QS Stars,” ucapnya.

Kepala Humas UIN Maliki, Drs Yahya, sama terkejutnya ketika tahu kampus Ulul Albab ini terlempar dari daftar QS Stars.

“Semua lembaga penilai universitas selalu memberi kami, setidaknya, satu bintang. Kalau memang tidak tercantum di QS Stars, tentu kami harus evaluasi lagi,” tandas Yahya.

Menurutnya, peringkat yang dilakukan lembaga-lembaga penilaian universitas penting artinya bagi kekuatan dan kelemahan suatu kampus.

“Kalau dari lembaga itu kampus UIN kuat, harus kami pertahankan. Tapi kalau lemah ya harus ditingkatkan,” urainya.

Nama UIN Maliki tidak tercantum, Yahya juga memprediksi ada dua kemungkinan, staf TI lupa mengunggah data-data UIN Maliki ke server QS Stars atau memang terjadi penurunan kualitas menurut lembaga yang bermarkas di London Inggris ini.

“Informasi ini memang sedikit mengejutkan, sekaligus membuat kami berkaca,” ujarnya.

Meski begitu, Yahya mengaku tidak gusar jika memang ternyata tidak ada nama UIN Maliki di daftar karena faktor penurunan standar QS Stars.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved