45 Hari Ginseng Sudah Bisa Dipanen
Ada ginseng untuk antitumor, antikanker, obat diabetes, alzeimer, dan lain-lain,"
Penulis: Musahadah | Editor: Adi Agus Santoso
Adalah Prof Deok Chun Yang dari Kyung Hee University Korea Selatan yang menemukan ginseng tersebut. Temuan itu dipaparkan dalam Bio Event 2013 yang digelar di lantai 6 Perpustakaan Universitas Surabaya, Jumat (17/5/2013).
Deok yang didampingi Dosen Fakultas Tekno Biologi Ubaya Johan Sukweenadhi menjelaskan, ginseng ini dihasilkan dari teknik bioteknologi melalui pembiakan kultur jaringan tumbuhan. Dia memanfaatkan sifat dari totipotensi. Artinya, satu sel dapat regenerasi menjadi satu tanaman utuh.
Caranya cukup dengan cara memotong akar rambut ginseng, lantas diletakkan pada median agar-agar. Setelah tumbuh menjadi kalus, median lalu diganti dengan air, agar varian bisa tumbuh lebih cepat.
Air itu lalu diberikan nutrisi khusus, hingga membuat ginseng cepat tumbuh dalam waktu 45 hari. Hasilnya, ginseng tersebut setara dengan ginseng umur enam tahun. ''Nanti hasilnya ginseng saponin. Nah, dari saponin ini, bisa dipilah-pilah sesuai senyawanya. Ada ginseng untuk antitumor, antikanker, obat diabetes, alzeimer, dan lain-lain," jelasnya.
Di dunia ada empat jenis ginseng utama, yakni Korean Ginseng , Japanese Ginseng, American Ginseng dan Chinese Ginseng. Biasanya, Ginseng tumbuh di negara dengan empat musim dan membutuhkan minimal enam tahun, bahkan hingga ratusan tahun.
Selain ginseng, di acara ini juga dipaparkan temuan mutakhir lainnya seperti obat herbal dari Taiwan untuk penyakit degeneratif. Kemudian bio solar dari minyak goreng bekas, pemadam api dari tanaman, kompos dari sampah perkebunan, deodoran dari daun beluntas serta yogurt dari kedelai dan pertumbuhan jamur instan.
Penelitian-penelitian ini dipaparkan oleh Randal Hart dari The World Renown Inventor, Prof Lieke Riadi dari Ubaya, Prof Tzou Chi Huang dari National Pingtung University of Science and Technology (NPUST) Taiwan serta Prof Dr Mohd Ali Hassan dari Universiti Putra, Malaysia.