Joko Koleksi KBS Mati Nabrak Pagar Kandang
Zebra KBS Tewas Nabrak Pagar Kandang
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Menurut Agus Supangkat, Humas KBS, kronologinya saat petugas mempersiapkan areal Afrika zone. "Kandang kawasan hewan Afrika. Isinya hewan-hewan Afrika yang kami tampilkan bersama atau satu kandang," jelas Agus.
Africa zone itu terletak di areal kandang onta. Selain onta, akan diikuti oleh hewan afrika lain, seperti zebra, jerapah, burung onta, gnu, dan sitatungga.
Saat itu sedang proses pemindahan burung onta yang dimasukkan ke kandang tidur yang tepat berdampingan dengan kandang tidur Zebra. Joko sebagai zebra jantan bersama Arusha, zebra betina berusia 20 tahun.
Kedatangan burung onta membuat keduanya panik dan langsung melompat-lompat. Keeper kemudian membuka pintu agar keduanya keluar ke kandang onta yang akan jadi africa zone. Arusha berhasil menemukan pintu dan keluar, sementara Joko gagal menemukan pintu dan malah menabrak pagar dinding pagar.
"Begitu menabrak dia langsung mati. Secara fisik, terlihat ada luka memar di kepala kanannya," jelas Agus.
Kematian mendadak Joko, menurut Agus, karena zebra memiliki tingkat kepanikan yang besar dan kematian yang tinggi. Selanjutnya, bangkai Joko kemudian diotopsi dan beberapa organ dikeluarkan dan dibawa ke laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga. Untuk tubuhnya dibakar.
Kematian Joko membuat Arusha menjadi satu-satunya koleksi di KBS. Tapi tak lama lagi, Arusha akan mendapatkan teman, yaitu anaknya yang diperkirakan lahir bulan Juni. "Zebra betina ini sedang bunting tujuh bulan. Lama bunting zebra delapan bulan," jelas Agus.
Joko sendiri merupakan koleksi KBS yang didapat dari hasil tukar menukar dengan kebun binatang Gembira Loka Jogjakarta. Sementara Arusha berasal dari tukar menukar dengan kebun binatang asal Jerman.