Sabtu, 20 Desember 2014
Surya

Musim Pancaroba, Waspadai Puting Beliung

Kamis, 16 Mei 2013 14:16 WIB

SURYA Online, SURABAYA - Selama musim pancaroba ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap angin puting beliung yang sifatnya sesaat.

Keberadaan angin puting beliung tersebut kerap terjadi selama peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau akibat adanya penguapan tinggi yang menyebabkan terbentuknya awan cumulonimbus (cb).

"Keberadaan awan cumulonimbus yang luas dan gelap bisa menambah kecepatan angin sehingga terjadi angin puting beliung dan gelombang di laut juga menjadi tinggi. Makanya masyarakat harus benar-benar waspada," ujar Prakirawan BMKG Juanda, Ahmad Basri, Kamis (16/5/2013).

Dikatakan, cuaca pada umumnya berawan dan berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan-sedang.

Angin dari timur laut-tenggara dengan kecepatan 05-35 km per jam, dan suhu udara berkisar 18-34 derajat Celcius.

Untuk cuaca di wilayah Surabaya dan sekitarnya, Basri menyebut akan berpeluang terjadi hujan ringan, dimana angin dari timur dengan kecepatan 05-30 km per jam dan suhu udara berkisar 25-33 derajat Celcius dengan kelembapan 67-94 persen dan jarak pandang 03-10 km. Matahari diperkirakan terbit pukul 05.32 dan terbenam pukul 17.19.

Menurut Basri, selama musim pancaroba, potensi hujan ringan masih akan terjadi pagi, siang, dan malam hari untuk kawasan Surabaya, akibat terjadinya penguapan tinggi suhu muka laut pesisir laut Jawa utara Jatim,

"Di Surabaya, hujan sangat berpotensi terjadi di wilayah bagian Selatan dan Timur. Saat ini di dua wilayah tersebut sudah terlihat kumpulan awan," jelasnya.
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Titis Jati Permata

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas