Rabu, 10 Juni 2026

Wirausaha dari Kampus

Maroneng Masuk Perusahaan

Menciptakan produk baru dengan menggunakan bahan yang unik? Tentu hal itu dapat menjadi nilai tambah bagi produk.

Tayang:
Editor: Endah Imawati
zoom-inlihat foto Maroneng Masuk Perusahaan
dok pribadi
SURYA Online, SURABAYA - Hal itulah yang menginspirasi sejumlah mahasiswa Akuntansi S1 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dengan membuat beberapa produk yang unik. Itu bagian dari tugas Kewirausahaan untuk menciptakan produk baru dan menjualnya. Sebelum membuat produk dan memasarkannya, Hendro Susanto selaku dosen Kewirausahaan membimbing para mahasiswanya agar mengerti cara memilih produk yang akan dibuat dan memasarkannya.

Mata kuliah Kewirausahaan merupakan mata kuliah yang menyenangkan sekaligus menambah ilmu pengetahuan di bidang bisnis. Karena dengan adanya mata kuliah ini mahasiswa dapat mengetahui bagaimana memulai suatu usaha. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengembangkan kreativitas dalam menciptakan produk dan mungkin nantinya akan dapat berkembang menjadi sebuah usaha yang benar-benar dapat direalisasikan.

Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori-teori kewirausahaan, tetapi juga dapat mempraktikkannya secara langsung, mulai dari planning, organizing, actuating, dan controlling. Dari sana mahasiswa juga dapat melatih bagaimana cara mempromosikan produk secara baik dan benar.

Bubur ubi ungu hasil produksi kelompok Cindy dan Felici menjadi unik karena dikemas menarik. Selain bubur ubi ungu, juga ada Maroneng. Maroneng merupakan tahu dan tempe yang digoreng. Eits, jangan salah, Maroneng bukan gorengan tahu atau tempe yang biasanya dijumpai di sekitar rumah. Maroneng terdiri atas Tahu Bule dan Tempe Cina. Tahu Bule merupakan tahu yang berisi saus bule, yakni saus tomat dicampur dengan saus lainnya yang dirahasiakan oleh pembuatnya. Sedangkan Tempe China adalah tempe yang diisi dengan bahan-bahan olahan dari pembuat sendiri dan terdapat saus mayonais di dalamnya.

Ternyata bukan hanya mahasiswa yang menyukai Maroneng. Pegawai kantoran, anak sekolah, mahasiswa dari kampus lain juga memesan. Kerja keras tim Meilya Lim, Ruth, Anthony, Lydia, Marshall, dan Sergio terbayar. Mereka bekerja keras memasarkan Maroneng. Omzet mereka pun diluar dugaan. Selain itu ada perusahaan yang setiap hari memesan produk  mereka dalam jumlah yang tidak sedikit.

“Awalnya banyak orang meragukan Maroneng kami, namun saat kami memberikan tester dan menerangkan tentang tahu bule dan tempe cina, orang menjadi suka dengan produk kami,” ujar Meilya Lim.

Penulis: Lisa B, Angelica BH, Lily S

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved