Sonya Ingin Jadi Samurai X
Berawal dari kegemarannya menonton komik dan film anime Jepang, Samurai X
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Wahjoe Harjanto
Kuda-kuda Sonya sangat sigap. Dan dlam sekejap, lawannya langsung terkena ujung pedangnya di kepala sehingga duel sesama anggota Malang Kendo Association (MCA) itu akhirnya dimenangkan siswi kelas 11 SMAK Kolese Santo Yusup ini.
Saat Surya online berjabat tangan untuk berkenalan, Sonya agak meringis sedikit. Usut punya usut, ternyata telapak tangan kanan Sonya memiliki luka baru hasil latihan Kendo yang dilakukannya.
“Baru nambah lagi (kapalan) tapi gak apa-apa. Sudah biasa,” kata Sonya.
Sonya yang saat itu masih memakai seragam lengkap khas atlit Kendo mengatakan, kapalan tidak menyurutkan niatnya belajar beladiri yang dipopulerkan Naganuma ShirōZaemon Kunisato era Shotoku, Jepang.
Berawal dari kegemarannya menonton komik dan film anime Jepang, Samurai X, di mana tokoh Kenshin Himura dan Kaoru Kamiya merupakan pasangan samurai legendaris.
“Ingin seperti mereka (Kenshin dan Kaoru). Akhirnya belajar Kendo,” sambung Sonya yang mengaku sudah setahun lebih mengangkat pedang.
Sonya mengaku, selain ahli memainkan pedang dan tubuhnya tetap terbentuk saat berlatih Kendo, penggemar komik ini juga mendapatkan soft skill yang tidak didapat dari kegiatannya di sekolah.
“Kendo mengajarkan saya kedisiplinan, keakuratan, dan pengambilan keputusan yang cepat. Dan itu membantu saat saya belajar di sekolah,” ucapnya.
Kendoka (sebutan atlit kendo) asli Malang ini juga tidak minder meski bela diri semi-contact ini identik milik kaum Adam.
“Yang tadinya penakut, sekarang saya jadi lebih berani. Teman-teman tahu saya belajar Kendo, bahkan ada yang minta diajarin,” ujarnya.
Setahun lebih belajar Kendo, Sonya memiliki obsesi ingin memenangkan turnamen Kendo, baik nasional maupun internasional.
“Saya ingin seperti senior-senior saya di sini yang sudah menang turnamen nasional. Tapi saya harus berlatih keras lagi,” pungkasnya.