• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Surya

Nasib Bidan PTT Terkatung-Katung

Rabu, 15 Mei 2013 11:04 WIB
SURYA Online, MADIUN - Nasib 62 bidan yang berstatus pegawai tidak tetap (PTT) masih terkatung-katung. Mereka tak bisa menjadi CPNS sebagaimana harapannya.

Karena status bidan PTT diangkat oleh pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah tidak bisa memperjuangkan mereka untuk diangkat menjadi CPNS.

Para bidan PTT ini diangkat berdasarkan SK Kementerian Kesehatan (Kemenkes) No. 7 tahun 2013. Sehingga status bidan PTT tersebut dipekerjakan oleh pemerintah pusat, hanya wilayah kerjanya di Kabupaten Madiun. Akibatnya, para bidan PTT ini tidak bisa dimasukkan dalam pegawai honorer kategori satu (K-1) atau pegawai honorer kategori dua (K-2).

“Kami resah mengingat setelah kami mengabdi sekian tahun, kini nasib kami diujung tanduk. Minimal kami diperpanjang atau diangkat menjadi PNS daerah," ujar Sri Untari, bidan PTT angkatan tahun 2008.

Karena berdasarkan Permenkes 7/2013 disebutkan, bahwa bidan PTT setelah sembilan tahun masa bhakti diberhentikan.
 
Para bidan PTT juga tak mau ikut pengangkatan PNS melalui jalur umum. Karena, mereka telah bertahun-tahun bekerja.

"Kita khawatirkan yang lolos seleksi justru bidan baru. Sebab Permenkes memberi kesempatan kepada bidan baru. Jika benar-benar diberlakukan, maka tamatlah nasib kami," ujar dia.

Hal serupa diungkapkan Siti Khodijah, bidan PTT yang bertugas di Puskesmas Kare. Dia berharap agar dimasukkan dalam K2. Sebab, ujar warga Dagangan ini, ia telah menjadi PTT sejak tahun 2005.

"Kami mohon agar dicarikan solusi, bagaimana kami bisa masuk kedalam K2," katanya.
Penulis: Imam Hidayat
Editor: Heru Pramono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
580092 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas