Lini Belakang Persela Harus Diperkokoh
Persela Lamongan mempersiapkan diri secara serius dalam menempa skuadnya.
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Heru Pramono
Persiapan ini dilakukan Persela dengan membenahi lini belakang agar lebih kokoh saat menerima gempuran pasukan Pendekar Cisadane, julukan Persita. Sebab di laga sebelumnya, saat diterkam tuan rumah Persib Bandung 3-1, lini belakang Persela tampak keropos. Lini belakang yang dihuni Roman Golian dkk mudah ditembus oleh agresivitas Persib.
“Lini belakang kami masih rapuh. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kami sebelum dijamu Persita,” ucap Didik Ludiyanto, pelatih caretaker Persela, Selasa (14/5/2013).
Tiga gol Persib yang menggetar jala Persela, terjadi karena lini belakang Persela kurang fokus menjaga pergerakan pemain Persib. Khususnya, Persela lemah dalam mengantisipasi umpan terobosan yang dilakukan tim lawan.
Tak hanya itu, ungkap Didik, transisi pemain di lapangan juga masih belum sempurna. Hal ini disebabkan komunikasi antar pemain belum terjalin apik. Dalam lapangan pertandingan, seharusnya pemain satu dengan pemain yang lainnya harus sesering mungkin terlibat komunikasi. “Main bola harus rame (berkomunikasi), dan saya nilai komunikasi pemain masih kurang,” kata Didik.
Buntut dari buruknya komunikasi ini, pemain-pemain Persela gagal menjalankan instruksi yang dijalankan pelatih. Banyak skema dan taktik permainan yang gagal dikembangkan saat Persela dijamu Persib. “Permainan antar lini harus sesuai intruksi. Inilah yang belum terlihat,” pungkas Didik.