Rabu, 10 Juni 2026

Lipsus Agrobisnis

RNI Pilih Pasarkan Langsung

Produksi kami akan dijual dalam bentuk kemasan per kg, jadi kami memilih menjual langsung ke masyarakat, bukan ke pedagang.

Tayang:
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Tri Dayaning Reviati
PT Rajawali Nasional Indonesia (RNI) semakin bergairah untuk mulai memproduksi gula. Perusahaan ini bukan hanya mematok target tambahan dalam soal jumlah produksi, tapi gencar memasarkan produk gulanya secara langsung ke masyarakat.

Dirut PT RNI, Ismed Hasan Putro mengatakan, proses giling untuk PG-PG di bawah kelolaan RNI sebagian sudah berjalan, tapi untuk PG di wilayah Jatim menurut rencana baru bergulir 27 Mei 2013.

Dengan target produksi 160.000 ton gula, 60.000 ton gula di antaranya berupa gula premium. “Produksi kami akan dijual dalam bentuk kemasan per kg, jadi kami memilih menjual langsung ke masyarakat, bukan ke pedagang,” tegasnya.

Sejak menjabat pimpinan manajemen tahun lalu, Ismed Hasan Putro mencanangkan penjualan langsung ke masyarakat guna memotong rantai distribusi. Ia juga memberdayakan seluruh karyawan PT RNI untuk dapat menjual gula.

Rencana penjualan langsung produk gula RNI ke konsumen semakin terbuka setelah perusahaan menjalankan bisnis ritel Rajawali Mart. PT RNI sudah mengenalkan produk gulanya dengan brand Raja Gula.

“Kami melakukan beragam pembenahan, baik dengan investasi baru mekanik dan tekonologi serta melakukan efisiensi,” terang Ismed Hasan Putro menyoal dana Rp 120 miliar untuk pembenahan di beberapa PG-nya.

Meski kemungkinan berbeda alur distribusinya, PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) menempuh langkah serupa yakni memproduksi 200 ribu ton gula kualitas premium.

Produksi digenjot di lima dari 11 pabrik gulanya yaitu  Ngadiredjo (Kediri), Pesantren Baru (Kediri), Kremboong (Sidoarjo), Modjopanggoong (Tulungagung), dan Gempolkrep (Mojokerto).

Direktur Utama PTPN X, Subiyono mengatakan, gula premium itu memiliki kadar keputihan (ICUMSA) di bawah 100. Artinya, produk gula premium milik PTPN X direncanakan akan mendekati kualitas gula rafinasi, yang kadar ICUMSA sebesar 45 persen. PTPN X tengah menyiapkan belanja modal pembelian lima alat juice smoothing di lima pabrik itu sebesar Rp 25 miliar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved