A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Panlok Surabaya Targetkan 42 Ribu Pendaftar - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Surya

Panlok Surabaya Targetkan 42 Ribu Pendaftar

Senin, 13 Mei 2013 20:17 WIB
SURYA Online, SURABAYA - Hari pertama pendaftaran SBMPTN, Senin (13/5/2013) hingga pukul 10.00 WIB sudah ada sekitar 300 pendaftar yang masuk di panitia lokal surabaya yakni ITS, Unair, Unesa dan IAIN Sunan Ampel.

Di SBMPTN ini, panlok Surabaya menarget jumlah pendaftar 42 ribu siswa. Angka tersebut sudah menyeluruh mulai dari angkatan 2011, 2012, sampai 2013.

Koordinator Humas SBMPTN Panlok Surabaya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ismaini Zain mengungkapkan, target tersebut secara menyeluruh untuk pemilih kategori Saintek, Soshum, dan Campuran. Namun, bila permintaan pembelian formulir masih ada, pihaknya tetap akan membuka pendaftaran.

Berapa target ITS sendiri, Ismaini yang juga kepala Badan Akademik ITS enggan menjawabnya. "Kami sebagai Koordinator Panlok Surabaya dari ITS, tidak menghitung berapa target kampus sendiri. Kalau secara keseluruhan, Panlok Surabaya menargetkan minimal 42 ribu pendaftar. Itu angka minimal secara keseluruhan untuk semua kategori, baik Saintek, Soshum, dan Campuran," terangnya.

Sementara untuk Panlok Unair, Bagus Ani Putroyang ditemui di tempat terpisah menarget ada 40.000 pendaftar yang masuk ke Unair. Jumlah ini akan bertambah jika lulusan tahun 2011 dan 2012 yang belum kuliah atau yang masih kuliah mengikuti SBMPTN lagi.

Dia mengasumsikan, jika jumlah lulusan tahun 2011 dan 2012 yang mengikuti SBMPTN sama dengan lulusan 2013 berarti ada sekitar 120.000 pendaftar yang akan memilih unair.

Jika dibandingkan dengan kuota Unair yang hanya 763 kursi, berarti jika ingin lolos satu penbdaftar harus mampu mengalahkan 157 pendaftar lain. "Itu asumsi kasarnya lho, bukan target. Kalau target kami minimal sama dengan SNMPTN yakni 39.818 pendaftar," katanya.

Di SBMPTN ini, Unair memang hanya mematok kuota rendah yakni 15 persen dari total mahasiswa baru. Ini berbeda dengan universitas lain seperti ITS yang mematok minimal 30 persen dari kuota seluruhnya.

"Kuota 15 persen itu mengacu peraturan mendiknas nomor 34 tahun 2010 yang mewajibkan PTN membuka pendaftaran melalui seleksi nasional (SNMPTN dan SBMPTN) dengan kuota 60 persen. Di SNMPTN kemarin kami beri kuota 50 persen, jadi tinggal 10 persen. Namun kami melebihi 5 persen sehingga untuk SBMPTN yang seharusnya 10 persen kami tambah 15 persen. Jumlah ini sesuai ketentuan," alasannya.

Di SBMPTN kali ini, Unair juga tetap membuka untuk jalur bidik misi. Kuotanya berapa, Bagus belum bisa menentukan karena masih menunggu hasil dari SNMPTN. "Yang pasti jatah bidik misi kami tahun ini 900 hingga 1.000 mahasiswa. Kalau ini tidak terfasilitasi di SNMPTN dengan sendirinya akan masuk ke SBMPTN," katanya.

Bagi calon pendaftar bidik misi tinggal membuka laman bidikmisi.dikti.go.id. Pendaftar bidik misi tidak dikenakan biaya. Dan jika lolos SBMPTN mereka akan diberikan beasiswa sebesar Rp 6 juta per semester dengan rincian Rp 600.000 untuk biaya hidup per bulan, sisanya untuk biaya kuliah.

Beasiswa bidik misi ini dikhususkan untuk calon pendaftar yang penghasilan kedua orangtuanya maksimal Rp 3 juta per bulan. Atau jika dibagi anggota keluarga lain tidak lebih dari Rp 720.000 per anak. "Calon mahasiswa yang lolos bidikmisi dan diterima di Unair akan kami verifikasi lagi, untuk memasartikan kebenaran data-datanya," pungkasnya.
Penulis: Musahadah
Editor: Adi Agus Santoso
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas