Cangar Mulai Terlantar
Jika pemkab Malang abai dan lalai mengurus wana wisata air panas Cangar, bukan mustahil Cangar akan tinggal kenangan!
Tayang:
Editor:
Tri Hatma Ningsih
WISATA pemandian air panas Cangar kini ternyata jauh berbeda dibanding setahun silam. Di pintu masuk pengunjung kena tarif Rp 5.500 atau naik Rp 2.000 dari tahun lalu. Jalan masuk setapak menurun yang kian licin karena lumut. Tiba di kolam, kita dihadapkan pada dua pilihan, kolam berendam gratis yang tak terlalu luas atau kolam renang besar tapi harus membayar Rp 5.000.
Siksaan tak berhenti di situ, saat akan ganti baju masih harus antre karena minimnya fasilitas kamar mandi. Saat berendam pun petugas membiarkan pengunjung makan, minum, atau merokok di area kolam. Belum lagi sampah berserakan dimana-mana menambah kumuhnya tempat rekreasi ini. Satu satunya wahana di tempat rekreasi ini, yaitu flying fox dipatok tarif Rp 15.000.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempercantik tempat rekreasi milik pemerintah Kabupaten Malang ini. Pertama, pemberdayaan petugas agar lebih bertanggung jawab menjaga tempat rekreasi ini. Karena mayoritas petugas hanya duduk, kalau ada pengunjung bertindak salah hanya ditegur melalui pengeras suara dari ruang informasi yang sangat tak efektif. Kedua, perbaikan fasilitas jalan setapak, pemasangan tiang penyangga di sepanjang jalan setapak, penambahan kolam, tempat khusus untuk menggelar karpet agar tak merusak tanaman
Dua hal yang masih menjadi daya tarik Cangar, khasiat berendam di air belerang dan pemandangan alam yang menyejukkan saat perjalanan menuju Cangar. Bila dua hal itu sudah luntur, maka tempat rekreasi Cangar bisa jadi tinggal kenangan.
Kusuma Fadli Wijaya
Karyawan swasta - Malang
KOMENTAR