• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Surya

Tersangka Kasus Bethany Tidak Ditahan

Kamis, 9 Mei 2013 18:49 WIB
SURYA Online, SURABAYA –  Yusak Hadisiswantoro, tersangka kasus pemalsuan dokumen dan pemberian keterangan palsu untuk pengalihan sertifikat hak milik Gereja Bethany Indonesia (GBI) Malang sudah diperiksa sebagai tersangka. Namun, pendeta asal Jl Manyar Rejo Surabaya itu tidak ditahan oleh penyidik Polda Jatim.

“Penyidik tidak melakukan penahanan karena selama ini tersangka selalu kooperatif. Selain itu, ada yang menjamin bahwa dia tidak akan melarikan diri,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib, Kamis (9/5/2013).

Menurutnya, setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 25 April lalu, Yusak Hadisiswantoro juga sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.  Mulanya, pemeriksaan tersangka dijadwalkan tanggal 1 Mei, namun yang bersangkutan baru datang pada penggilan kedua, pada 3 Mei.

“Selain memeriksa tersangka, penyidik juga terus berupaya melengkapi BAP (Berita Acara Pemeriksaan) atas perkara ini dengan keterangan sejumlah saksi lain sebelum dikirim ke JPU (Jaksa Penuntut Umum),” sambung Hilman Thayib.

Pendeta bergelar Doktor tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen dan pemberian keterangan palsu dalam pengalihan aset gereja menjadi aset pribadinya pada tahun 2008 silam.  

Sebagaimana laporan dari jemaat GBI pada 4 Maret 2013 dengan bukti laporan bernomor LPB/217/III/UM/UM/Jatim, asset yang dialihkan itu diantaranya sertifikat no 1770 atas tanah seluas 1.767 meter persegi di Kelurahan Blimbing, Malang; serta lima bidang tanah lain, dan beberapa bangunan aset gereja yang dirubah menjadi miliknya.

Menurut Biro Hukum Bethany Moch Arifin, aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp 50 miliar itu tidak bisa dialihkan menjadi aset pribadi tanpa sepengetahuan atau izin tertulis dari Majelis Pekerja Sinode (MPS) sebagaimana diatur di AD/ART Gereja Bethany pasal 41 ayat 1 dan 2.

Disampaikannya, pihak gereja Bethany pusat melalui ketua Dewan Rasuli memang pernah memberikan surat kuasa kepada Yusak Hadisiswantoro pada tanggal 26 oktober tahun 2007 silam. Namun, surat kuasa itu hanya sebatas untuk mengelola semua aset gereja Bethany yang ada di Malang, bukan untuk dirubah menjadi milik pribadi.
Penulis: M Taufik
Editor: Satwika Rumeksa
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
572092 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas