Sabtu, 28 Maret 2015

Mahasiswa UB Demo Tolak UKT

Senin, 6 Mei 2013 20:57 WIB

“UKT yang nanti berlaku tidak sesuai asas pemerataan pendidikan. Kami menolak itu,” kata Korlap Aksi Nanda Pratama berorasi, Senin (6/5/2013).

Nanda menuturkan, selama ini sistem penerapan SPP proporsional UB yang diterapkan akan hilang bersamaan pemberlakuan UKT.

Masih kata Nanda, pemberlakuan UKT yang sudah menjadi SK Rektor ini tidak transparan. Mahasiswa tidak dilibatkan dalam sosialisasi penetapan besaran UKT yang nilai nominal terendahnya mencapai Rp 2,7 juta.

“Pihak kampus langsung menetapkan tanpa sosialisasi apa-apa. Kami tidak setuju UKT,” tegasnya.

Sementara itu, Pembantu Rektor III UB Dr Ir HRB Ainurrasyid ketika menerima perwakilan pendemo menjelaskan, UKT yang diterapkan UB sama sistemnya dengan SPP proporsional yang selama ini ditetapkan.

“Bahkan sepanjang yang saya tahu, UB ini satu-satunya kampus yang menerapkan UKT proporsional,” kata Ainur ditemui di kantornya.

Ainur menerangkan, UKT ini merupakan instruksi Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) namun untuk penerapannya diserahkan pihak kampus bersangkutan dengan merujuk pada sistem unit cost kampus tersebut pertahunnya.

Halaman12
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Wahjoe Harjanto
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas