• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Surya

Risma Bertekad Raih Adipura Kencana, Surabaya Peringkat Teratas Nominator Penerima

Jumat, 3 Mei 2013 21:13 WIB
Risma Bertekad Raih Adipura Kencana, Surabaya Peringkat Teratas Nominator Penerima
surya/amru muis
Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyalami para peserta setelah membuka program Clean and Green, Jumat (3/5/2013).
SURYA Online, SURABAYA - Dalam upaya mengajak kepedulian warga terhadap kebersihan, Pemkot melaunching program Clean and Green. Hal ini dilakukan agar warga masyarakat sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan yang hijau menyegarkan.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, menjaga Kota Surabaya tetap hijau (green) dan bersih (clean) menjadi kewajiban bagi semua warga Kota Surabaya. Dan Surabaya Green and Clean merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya.

Tahun lalu, ada 160 peserta yang terlibat dalam program Green and Clean. Untuk tahun 2013 pihaknya berharap partisipasi warga lebih ditingkatkan.

"Saya minta untuk green and clean tahun 2013 ini setiap kelurahan harus ada pesertanya. Jadi peserta saja tidak apa-apa. Saya tidak meminta peserta harus menjadi juara dan tidak harus bagus kelurahannya, tetapi harus bersih. Pokoknya ada partisipasi masyarakat," kata Risma usai meresmikan program Clean and Green, Jumat (3/5/2013).

Dijelaskan Risma, menjaga Surabaya tetap hijau dan bersih menjadi keharusan untuk tahun 2013 ini. Pasalnya, Kota Surabaya kembali masuk nominasi penghargaan prestisius di bidang lingkungan "Adipura Kencana". Kota Surabaya bahkan berada di posisi teratas dalam pemeringkatan nominator penerima Adipura Kencana untuk kategori kota Metropolitan berdasarkan penilaian tahap pertama.

Hanya saja, ungkap Risma, mewujudkan Surabaya yang bersih dan hijau tidak hanya bertujuan untuk memperoleh penghargaan Adipura Kencana 2013. Karena kebersihan dan keindahan kota bukan hanya soal penghargaan, tetapi lebih kepada budaya warga dan juga kesehatan masyarakat. Di kota-kota besar di dunia yang memiliki peradaban tinggi,  lingkungan kotanya selalu bersih.

"Seringkali kami sampaikan kalau banyak orang melihat dan menilai kota Surabaya kotor. Dan yang paling berat kalau  dinilai kita tidak berbudaya. Apalagi, kebersihan juga identik dengan kesehatan. Makanya, target kita bukan hanya juara Adipura Kencana, tapi target kesehatan juga diutamakan," ucap Risma.

Untuk itu, dikatakan Risma, para camat, lurah, dan juga warga harus ingat akan bahaya yang bisa muncul jika lingkungannya kotor. Salah satu bahaya yang mengancam adalah penyakit Demam Berdarah (DB). Ini karena ancaman DB masih menjadi ancaman serius bagi warga Surabaya.
Beberapa wilayah seperti Kecamatan Sawahan, Tandes, Sukolilo harus memperhatikan masalah kebersihan untuk menekan angka korban DB.

Semua pihak untuk menggerakkan warganya untuk memberantas DB dengan rajin menguras bak mandi, menutup tempat dan wadah air, mengubur barang-barang yang sudah tidak berguna seperti kaleng dan botol yang memungkinkan untuk menampung air.

"Kami yakin, jika kebersihan lingkungan sekitar terjaga dengan baik munculnya serangan penyakit DB bisa diminimalisir," tutur Risma.
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
563762 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas