Senin, 24 November 2014
Surya

Kampung Organik Jujugan Siswa Asing

Jumat, 3 Mei 2013 23:06 WIB

SURYA Online, MOJOKERTO - Di Mojokerto saat ini sedang berkembang kampung organik. Dimana warganya tidak diperkenankan menggunakan pupuk kimia dalam memupuk aneka tanaman di kampung. Baik tanaman hias, tanaman obat untuk keluarga (toga), maupun seluruh bentuk urban farming.

Semua harus dengan pupuk organik, dari aneka daun dan pupuk kandang. Seperti yang terjadi di Kampung Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Karena terkenal dengan kampung organik ini, sebanyak 20 siswa SPINS Internastional School Surabaya sengaja datang ke kampung organik di tempat ini.

SPINS adalah sekolah menengah internasional dengan mengadopsi kurikulum India. Mamoj Bhat, pengurus Yayasan SPINS menyatakan dirinya sengaja mengajak siswanya mengenal lingkungan dengan terjun langsung ke masyarakat. "Kampung organik di Mojokerto sangat menarik. Pesitisida dan pupuk kimia sudah saatnya dihindarkan, demi lingkungan yang lebih sehat," ungkap Bhat.

Sebanyak 20 siswa menengah sekolah internasional yang berpusat di Wiyung ini, sangat menikmati kampung organik. "Tanamannya hijau-hijau dan tampak lebih segar. Saya ingin mengetahui bagaimana menanam dan merawatnya," ucap Felix Kylie, salah satu siswa SPINS.

Siswi yang lain, Gina Nicky makin penasaran saat masuk ke green house kampung organik Kranggan. Tidak hanya tanaman sayuran macam cabe, tomat, kangkung, atau sayuran jenis lain. Semua begitu menggoda. Siswi dengan hidung mancung dan kulit bersih ini, sampai rela belepotan tanah demi mencoba menanam sendiri.

Bersama siswa yang lain, Gina dengan semangat memasukkan tanah ke bekas botol air mineral. Kemudian mengisinya dengan tanah yang dicampurnya sendiri dengan pupuk organik. "Asyik, saya suka tanaman hijau begini," kata Gina dengan tangan belepotan tanah.

Siswa internasional itu dikirim ke Mojokerto seharian untuk mata pelajaran yang relevan. Geografi dan Biologi dipraktikkan langsung di lapangan. Tidak hanya kampung organiknya, tapi kuga dikenalkan sanitasi masyarakat, pelayanan birokrasi kelurahan, dan berinteraksi sosial.

Rumah organik di Mojokerto adalah binaan Rumah Kresna. Sebuah organisasi yang berkonsentrasi di bidang lingkungan. Firtian Judiswandarta, salah satu pembina Rumah Kresna menuturkan bahwa kampung organik adalah penerapan konsep urban farming. "Impian kami, bagaimana Kampung Organik Mojokerto menjadi objek wisata," kata Judis.
Faiq nuraini
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Adi Agus Santoso

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas