Selasa, 7 Juli 2015

Dipicu Dugaan Aliran Sesat, Warga Usir Grand Master Q-RAK

Rabu, 1 Mei 2013 18:40

Kepala Dusun Wonorejo, Riono mengungkapkan, tokoh agama di dusunnya seringkali mengeluhkan keberadaan Q-RAK ini, bahkan warga sempat berencana mengusir dengan anarkis. Namun, Riono mendinginkan mereka. Sekitar 300 warga menggalang dukungan tanda tangan mengusir grand master ini.

Ujungnya, pada Selasa (30/4) siang, Riono bersama babinsa, babinsakatibmas, Kepala Desa Tulungrejo, Kapolsek Bumiaji, serta intelkam Polsek Bumiaji mendatangi padepokan Q-RAk.  Mereka ingin menemui Rony. Upaya mereka bertemu sempat terhambat karena Rony enggan untuk menemui.

“Setelah saya menunggu sekitar 30 menit dan padepokan akan saya bakar kalau tidak keluar, akhirnya Rony menemui,” terang Riono saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/5/2013).

Kata Riono, selain mendapat keluhan dari tokoh agama, kehadiran tamu di padepokan Rony dengan menggunakan bus dan puluhan motor hampir setiap hari mengganggu warga. Apalagi, ketika menginap mereka tidak pernah memberitahukan pengurus dusun.

“Harusnya dia (Rony) punya unggah ungguh (sopan santun), apalagi hidup di tengah masyarakat. Selama ini, ketika pengurus dusun ingin menemuinya, dia (Rony) menolak,” katanya.

Ketika reporter Surya.co.id mendatangi padepokan itu, keadaannya sudah sepi aktivitas. Padepokan itu berdiri di atas lahan sekitar satu hektare. Di lahan itu terdapat dua bangunan, yakni padepokan dan penginapan.

Menurut penuturan salah satu pegawai di padepokan itu, Rony sejak diusir tidak menghuni padepkan lagi, begitu juga dengan murid-muridnya setingkat master. “Pak Rony sudah tidak di sini lagi,” kata pegawai itu.

Halaman12
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Parmin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas