A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dipicu Dugaan Aliran Sesat, Warga Usir Grand Master Q-RAK - Surya
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Surya

Dipicu Dugaan Aliran Sesat, Warga Usir Grand Master Q-RAK

Rabu, 1 Mei 2013 18:40 WIB
SURYA Online, BATU -  Warga Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo mengusir Grand Master Kingdom Quark Reiki Atomic-Kundalini (Q-RAK), Rony Irianto, dari padepokannya di RT 01/ RW 12 Dusun Wonorejo. Pengusiran itu dipicu bahwa Q-RAK diduga mengandung aliran sesat, tidak sesuai dengan kebanyakan ajaran agama warga setempat.

Kepala Dusun Wonorejo, Riono mengungkapkan, tokoh agama di dusunnya seringkali mengeluhkan keberadaan Q-RAK ini, bahkan warga sempat berencana mengusir dengan anarkis. Namun, Riono mendinginkan mereka. Sekitar 300 warga menggalang dukungan tanda tangan mengusir grand master ini.

Ujungnya, pada Selasa (30/4) siang, Riono bersama babinsa, babinsakatibmas, Kepala Desa Tulungrejo, Kapolsek Bumiaji, serta intelkam Polsek Bumiaji mendatangi padepokan Q-RAk.  Mereka ingin menemui Rony. Upaya mereka bertemu sempat terhambat karena Rony enggan untuk menemui.

“Setelah saya menunggu sekitar 30 menit dan padepokan akan saya bakar kalau tidak keluar, akhirnya Rony menemui,” terang Riono saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/5/2013).

Kata Riono, selain mendapat keluhan dari tokoh agama, kehadiran tamu di padepokan Rony dengan menggunakan bus dan puluhan motor hampir setiap hari mengganggu warga. Apalagi, ketika menginap mereka tidak pernah memberitahukan pengurus dusun.

“Harusnya dia (Rony) punya unggah ungguh (sopan santun), apalagi hidup di tengah masyarakat. Selama ini, ketika pengurus dusun ingin menemuinya, dia (Rony) menolak,” katanya.

Ketika reporter Surya.co.id mendatangi padepokan itu, keadaannya sudah sepi aktivitas. Padepokan itu berdiri di atas lahan sekitar satu hektare. Di lahan itu terdapat dua bangunan, yakni padepokan dan penginapan.

Menurut penuturan salah satu pegawai di padepokan itu, Rony sejak diusir tidak menghuni padepkan lagi, begitu juga dengan murid-muridnya setingkat master. “Pak Rony sudah tidak di sini lagi,” kata pegawai itu.

Padepokan Kingdom of Q-RAK didirikan pada 2011 lalu. Dulu izin pembangunan padepokan itu untuk pengobatan. Padepokan ini didatangi orang-orang dari daerah, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Malang, Jogjakarta, bahkan ada juga dari Ceko.

“Kami sudah meminta mereka menghentikan aktivitas sejak sepekan lalu. Dan kami tidak ingin lagi ada aktifitas di sana,” terang Riono.

Berdasarkan penelusuran Surya.co.id dari situs qrak.org, Kingdom of Q-RAK didirikan oleh Rony Irianto (36), warga Jabung Kabupaten Malang. Q-RAK adalah salah satu teknik mengakses energi alam semesta (Reiki).
Quark Atomic merupakan partikel elementer paling dasar yang menyusun alam semesta ini. Q-RAK tidak berhubungan dengan Agama atau praktek ibadah tertentu, tapi murni teknik penyembuhan alami dari energi alam semesta.

Salah satu warga Dusun Wonorejo, Supriyati mengaku sempat aktif di Q-RAK. Menurutnya, Q-RAK yang disampaikan oleh Rony untuk mengolah energi dengan cara mediasi. Beberapa media untuk mendapatkan energi itu ada di rumpun tanaman bambu.

“Bambu itu sebagai titik energi. Ada energy rezeki, energi penyembuhan. Diajarkan juga membaca cakra mahkota,” ujarnya.
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Parmin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
560942 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas