Selasa, 9 Juni 2026

Breaking News

Idealnya Premium Rp 5 250

Harusnya jika satu harga Rp 5.250. Sesuai inflasi kan harusnya 6 persen, maksimal 10 persen

Tayang:
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA Online, SURABAYA - Menyikapi kondisi BBM bersubsidi saat ini, Kadin Surabaya berharap kebijakan Pemerintah dan distribusi BBM tidak mengganggu industri.

“Jangan ada pump station yang tidak ada solar karena hal itu akan menghambat industri,” ujar Jamhadi, Ketua Kadin Surabaya, Senin (29/4/2013).

Terkait rencana kenaikan harga jual BBM bersubsidi, ia menyarankan agar kenaikan harga BBM dijadikan satu harga. Penerapan dua harga Rp 4.500 dan Rp 6.500, menurutnya akan memunculkan banyak penyimpangan dalam teknik distribusi.

“Harusnya jika satu harga Rp 5.250. Sesuai inflasi kan harusnya 6 persen, maksimal 10 persen,” ujar Jamhadi.

Tapi kenaikan harga itu harusnya dibarengi kebijakan moneter dan fiskal yang pro bisnis. Misalnya, bunga Bank satu digit, 8 persen karena terkait daya saing produk Indonesia. Lebih-lebih bersamaan kenaikan harga TTL.

Jamhadi menyebut, daya saing Indonesia masih di nomor urut 128 dari 185 negara yang di survey Bank Dunia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved