• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Surya

Dirut Graha Dewata Tersangka

Senin, 29 April 2013 18:38 WIB
SURYA Online, MALANG - Polres Malang Kota telah menangkap dan menetapkan sebagai tersangka Direktur Utama PT Dewata Abdi Nusa, pengembang Perumahan Graha Dewata, Dewa Putu Raka Wibawa, Senin (29/4/2013).

Dari sekitar 125 pembeli perumahan tersebut, baru dua yang melaporkan dan 13 orang membuat pengaduan di Polres Malang Kota.

“Atas dua laporan tersebut, pelaku Direktur Utama PT Dewata Abdi Nusa kami tetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan kami jerat dengan Pasal 372, 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan,” terang Kasat Reskrim Polres Malang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arif Kristanto, Senin (29/4/2013).

Tersangka menjual Perumahan Graha Dewata, di Landung Sari, Kecamatan Dau seharga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta lebih. Satu di antara pelapor, Andriati Kristiana membeli satu unit rumah seharga Rp 315 juta pada September 2008. Kristiana sepakat membayar uang muka Rp 20 juta dengan angsuran Rp 12 juta per bulan selama 23 bulan.

Desember 2010, Kristiana melunasi pembelian rumah tersebut dan mengurus sertifikat kepemilikan, namun ternyata sertifikat tersebut sudah digadaikan sejak Oktober 2010.

“Sertifikat milik korban digadaikan ke BPR seharga Rp 200 juta atas nama karyawan PT Dewata Abdi Nusa,” tambah Arif.

Korban-korban lain juga mengalami nasib serupa. Setelah melunasi, sertifikat tidak bisa diambil karena sudah digadaikan ke pihak ke-3. Arif menyarankan kostumer lain untuk melaporkan penipuan tersebut ke polisi.

Menurutnya, secara fisik rumah yang dijual sudah ditempati pembeli, namun ke depan mereka terancam digusur jika tidak mempunyai sertifikat kepemilikan.

“Seharusnya semua korban melapor ke polisi. Sebab selama belum memegang sertifikat, mereka menempati rumah yang dibeli secara ilegal,” ujarnya.

Arif menambahkan, uang dari hasil penggadaian sertifikat tersebut kemudian diputar untuk membangun perumahan lain.

“Saya melihatnya seperti gali lubang tutup lubang karena uang hasil penipuan tersebut digunakan membangun perumahan lain,” katanya.
Penulis: David Yohanes
Editor: Wahjoe Harjanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
558911 articles 36 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas