Pilbup Jombang
40 Persen Warga NU Bakal Golput Pilbup
"Kami menggunakan statistik deskriptif, dengan pendekatan analisis frekuensi," imbuh Athoillah.
Penulis: Sutono | Editor: Adi Agus Santoso
Kondisi tersebut, dipicu kurang pahamnya banyak warga NU Jombang mengenai Pilkada yang bakal digelar 5 Juni mendatang karena sosialisasi KPU jauh dari optimal.
Itulah hasil survei yang dilakukan Lembaga Riset Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (Lar ISNU) Jombang, yang dibeber ke media, Senin (29/4/2013). Ketua ISNU Jombang Ahmad Athoillah mengungkapkan, berdasarkan hasil suvei Lar ISNU), rendahnya partisipasi warga NU ini dipicu rendahnya pemahaman mereka mengenai agenda Pilkada Jombang. Menurut survei Lar ISNU, sebanyak 68,9 persen warga NU selama tiga bulan terakhir jarang menerima informasi pilkada.
"Sedangkan yang setiap hari menerima informasi pilkada hanya 6,9 persen. Kemudian sekali seminggu 7,5 persen, dan tidak pernah menerima sama sekali 7,8 persen," kata Athoillah.
Athoillah menyebut, survei dilakukan 4 - 11 April, dengan responden 347 orang warga NU. Jumlah warga NU sendiri di Jombang diperkirakan mencapai 800.000 orang. Sementara jumlah pemilih se Jombang 1 juta lebih. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage sampling, yang mempunyai margin eror 3 persen. "Kami menggunakan statistik deskriptif, dengan pendekatan analisis frekuensi," imbuh Athoillah.
Ramadlan, warga Desa/Kecamatan Tembelang mengaku prihatin manakala dirinya kerap mendapati banyak warga NU yang tidak paham mengenai pilkada. "Terutama di desa-desa, pengetahuan mereka tentang pilkada sangat minim. Bahkan, banyak yang tidak tahu kapan atau tanggal berapa coblosan cabup-cawabup Jombang dilakukan," kata warga NU ini.